Pages

Rabu, 25 September 2013

Penjualan truk Mitsubishi tetap nanjak ketika pasar turun

New Colt Diesel FE HD-L (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat ternyata berdampak langsung bagi penjualan kendaraan niaga, termasuk truk dan bus di Indonesia.

Sepanjang Januari-Agustus 2013 penjualan kendaraan niaga atau komersial di Indonesia turun sekitar satu persen. Namun penjualan Mitsubishi yang selama ini menguasai pasar kendaraan niaga, tetap menunjukkan pertumbuhan sekitar 5,5 persen sepanjang periode tersebut.

"Turunnya pasar pertambangan dan komoditas membuat pasar kendaraan komersial tidak tumbuh sesuai harapan kami," kata Eksekutif Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Rizwan Alamsjah, di sela-sela Indonesia Internastional Motor Show (IIMS) 2013, di Jakarta, Rabu.

Beruntung, kata dia, Mitsubishi memiliki banyak varian sesuai kebutuhan bisnis, sehingga ketika segmen kendaraan komersial untuk pertambangan dan komoditas turun, bisa ditutupi oleh penjualan yang masih tumbuh di segmen logistik dan infrastruktur, terutama di Jawa.

Selama ini, kata dia, segmen pertambangan dan komoditas memberi kontribusi 20 persen penjualan kendaraan komersial Mitsubishi. "Jadi Kami bersyukur penjualan Mitsubishi masih naik, dan pangsa pasar kami masih 55 persen, meskipun total pasar (kendaraan komersial di Indonesia) tidak ada kenaikan," kata Rizwan.

Ditambahkan Direktur KTB untuk divisi pemasaran Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) Daisuke Okamoto, penurunan permintaan kendaraan komersial untuk segmen pertambangan dan komoditas termasuk kelapa sawit mengalami penurunan karena permintaan dunia terhadap produk pertambangan dan komoditas turun.

"Kondisi itu menyebabkan kemampuan konsumen untuk melakukan peremajaan atau penambahan armada mereka berkurang," ujar Okamoto. Selain itu, ia juga mengakui persaingan merebut pasar kendaraan komersial semakin ketat. Untuk itu Mitsubishi memperkuat jaringan penjualan dan layanan purnajualnya di seluruh Indonesia. "Saat ini kami punya 220 dealer dan dalam dua tahun akan ditambah 30 lagi sehingga ada 250 dealer nanti," kata Okamoto.

Mitsubishi juga memperkuat layanannya dengan mengembangkan part depo dan truk center yang beroperasi 24 jam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. "Agar bisnis mereka tidak berhenti," katanya lagi. Okamoto berharap meskipun kondisi ekonomi Indonesia tengah melambat, penjualan kendaraan komersial Mitsubishi bisa tetap mengalami peningkatan.

"Tahun lalu penjualan kendaraan komersial (heavy truck) kami sekitar 63 ribu unit. Tahun ini kami berharap lebih dari itu, atau setidaknya 65 ribu unit," katanya. (*) Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2013



View the original article here



Peliculas Online

0 komentar:

Posting Komentar