Pages

Minggu, 13 Januari 2013

UEFA SUPER CUP


Piala Super UEFA (bahasa Inggris: UEFA Super Cup) sejak tahun 1972 hingga 1994 bernama Piala Super Eropa (bahasa Inggris: European Super Cup) adalah pertandingan antar klub sepak bola Eropa yang diperebutkan oleh tim yang merupakan juara Liga Champions UEFA dan juara Liga Eropa UEFA. Sebelum musim 1999/2000, Piala Super UEFA selalu mempertemukan antara pemenang Liga Champions dengan pemenang Piala Winners UEFA.
Sejak tahun 1998 hingga 2012, Piala Super UEFA selalu dilaksanakan di Stadion Louis II, Monako sedangkan mulai tahun 2013 akan dilakukan pemilihan stadion penyelenggara oleh UEFA.
Milan menjadi klub yang terbanyak meraih juara dengan membawa pulang lima gelar juara. Sementara Barcelona menjadi klub yang terbanyak mengikuti kejuaraan ini sebanyak delapan kali, namun hanya mampu menang sebanyak empat kali, dengan gelar terakhir diraih pada tahun 2011.Penyelenggaraan kejuaraan ini awalnya diusulkan oleh seorang wartawan "De Telegraf" bernama Anton Witkamp, yang bertujuan untuk menentukan juara terbaik di Eropa dengan memepertemukan pemenang antara juara Piala Champions Eropa dengan Piala Winners Eropa.[1]
Pada tahun 1972, Witkamp mengusulkan ide tersebut ke van Praag yang saat itu menjadi presiden klub Ajax, sebagai juara Piala Champions Eropa pada saat itu. Ide tersebut kemudian dibawa ke UEFA untuk menerima pengakuan resmi, namun usul tersebut ditolak oleh Artemio Franchi, selaku presiden UEFA pada saat itu, karena Rangers sebagai juara Piala Winners Eropa saat itu sedang dalam masa hukuman karena perilaku fansnya.
Pertandingan yang direncanakan tetap dilaksanakan, namun sebagai pertandingan tidak resmi dalam rangka merayakan Centenary of Rangers F.C.. Ajax memenangkan kejuaraan ini dengan mengalahkan Rangers dengan total agragat 6–3 setelah menang 3–1 di Ibrox Stadium dan menang dengan skor 3–2 di Olympisch Stadion. Meskipun tidak diakui secara resmi oleh UEFA, namun pertandingan ini tetap dianggap sebagai penyelenggaraan pertama Piala Super Eropa.
Meskipun penyelenggaraan tahun 1972 tidak diakui UEFA secara resmi namun UEFA melanjutkannya dengan menyelenggarakan pertandingan kedua atau yang pertama secara resmi pada tahun 1973 dengan mempertemukan Ajax dengan Milan yang dimenangkan oleh Ajax dnegan skor agregat 6–1.
Meskipun pertandingan dengan format kandang tandang dilakukan hingga penyelenggaraan tahun 1997, namun pada beberapa pertandingan terpaksa dilaksanakan satu pertandingan karena alasan tertentu yang disepakati kedua klub yang bertanding. Bahkan pada tahun 1974, 1981 dan 1985, Piala Super tidak diselenggarakan sama sekali. Pada musim 1992–1993, Piala Champions Eropa merubah namanya menjadi Liga Champions UEFA, disusul dengan Piala Winners Eropa yang menjadi Piala Winners UEFA pada musim 1994–1995 dan Piala Super Eropa menjadi Piala Super UEFA pada musim yang sama. Serta Piala UEFA yang menjadi Liga Eropa UEFA pada musim 2009–2010.
Setelah terjadinya penggabungan Piala Winners ke Piala UEFA pada tahun 1999, maka Piala Super UEFA 1999 menjadi penyelenggaraan terakhir yang mempertemukan antara juara Liga Champions dengan Piala Winners Eropa. Kemudian tahun 2000 menjadi pertemuan pertama antara juara Liga Champions UEFA dengan juara Piala UEFA.
Setelah 15 tahun berturut turut diselenggarakan di Stade Louis II, Monaco sejak tahun 1998 hingga 2012, UEFA memutuskan sejak Piala Super UEFA 2013 akan diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda(seperti penyelenggaraan final Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA).[2]

0 komentar:

Posting Komentar