Pages

Minggu, 13 Januari 2013

Tenggelam di Sungai, Ratna Sari Ditemukan di Laut

Tenggelam di Sungai, Ratna Sari Ditemukan di Laut Tim Sar Gabungan mengevakuasi jenazah Ratna Sari yang ditemukan di laut, Minggu (13/01/2013).

PANGKEP, KOMPAS.com - Dikabarkan tenggelam saat berenang di sungai Pangkajene Jumat (10/1/2013), Ratna Sari (13) warga kampung Bucinri, kelurahan Mapasaile, Kecamatan Pangkajene akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa mengapung di laut, Minggu (13/1/2013).

Menurut informasi yang diperoleh, korban tenggelam saat berenang di sungai bersama teman-temannya sore itu. Teman-temannya lebih dulu pulang, sedangkan korban masih berenang di sungai.

Karena lama tak juga pulang, ibu korban, Rohani (35) tahun menanyakan keberadaan anaknya kepada teman sepermandian di sungai. Selanjutnya, Rohani mencari anaknya di sungai dan menemukan sendal dan baju anaknya yang tertinggal.

Pencarian pun dilakukan hingga malam hari di sekitar lokasi kejadian, namun korban tak berhasil ditemukan. Rohani kemudian melaporkan anaknya kedua dari tiga bersaudara ke Polres Pangkep.

Mendengar laporan itu, Kepala Polres Pangkep, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Hermanto segera melakukan pencarian. Selain aparat kepolisian yang melakukan pencarian, turut serta personil Kodim 1421, Tim Sar Gabungan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangkep.

Terkendala dengan penerangan, pencarian ditunda dan dilanjutkan Sabtu (12/1/2013) dengan dilakukannya penyisiran sepanjang aliran sungai Pangkajene. Lagi-lagi, kondisi cuaca dengan air laut pasang, pencarian pun ditunda dan dilanjutkan keesokan harinya.

Pencarian pun dilanjutkan hingga ke laut dan jenazah korban berhasil ditemukan di sekitar pulau Saugi, Pangkep. Jenazah korban lalu dievakuasi dan dibawa ke rumah duka dengan menempuh perjalanan selama tiga jam. Jenazah korban rencananya akan divisum, namun pihak keluarga menolaknya.

Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assegaf yang ikut mengantar mayat Ratna sari ke rumah duka, menghimbau kepada warganya agar menjaga anak- anaknya untuk tidak mandi-mandi di sungai untuk saat ini. "Mengingat cuaca buruk, saya minta jangan ada yang berenang di sungai dan orang tua harus menjaga anak-anaknya," kata Abd Rahman Assegaf.


View the original article here

0 komentar:

Posting Komentar