Pages

Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Tiga warna favorit untuk mobil di Korea Selatan

ilustrasi jajaran kendaraan baru (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Seoul (ANTARA News) - Putih, abu-abu, dan hitam mendominasi warna kendaraan di Korea Selatan.

Seperti dilaporkan kantor berita Yonhap, merek Korea Selatan Hyundai Motor Co. menyebut bahwa lebih dari 90 persen pembeli memilih warga putih, abu-abu, atau hitam untuk kendaraan baru mereka padahal ada 51 pilihan warna.

Sedan Hyundai Grandeur bahkan 98.8 persennya berwarna putih, abu-abu, atau hitam.

Hyundai juga mengemukakan selama sepuluh bulan pertama 2013 kendaraan kompak Avante putihm abu-abu, atau hitam terjual 96,7 persen sedangkan Sonata 92,4 persen.

Tak satupun Sonata warna kuning terjual selama periode itu, sebut Hyundai.

Di sisi lain, Toyota Motor yang melakukan eksperimen warna justru sukses di Jepang.

Merek Jepang itu berencana menjual sedan mewah Toyota Crown warna hot pink pada Desember tahun ini.

Pada September ada 650 pesanan untuk Toyota Crown hot pink.

Crown biasanya digunakan sebagai kendaraan dinas para petinggi perusahaan.

PPG Industries, pabrik terbesar yang memproduksi cat mobil, menyebut bahwa warna putih masih menjadi yang paling populer untuk kendaraan secara global.

Di kawasan Asia Pasifik, warna putih juga paling popular yaitu 26 persen kendaraan disusul silver dengan angka 20 persen.

Warna hitam di posisi ketiga dengan 18 persen kendaraan.

"Warna putih masih terus menjadi warna yang paling dominan untuk kendaraan, namun kami juga melihat makin banyak variasi putih yang ditawarkan ke konsumen," kata Jane E harrington dari PPG.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT � 2013


View the original article here

Rabu, 25 September 2013

Sudibyo: Pajak penghasilan yang tinggi untuk keadilan

Ada yang keliru dalam penafsiran dan praktik fungsi pajak di Indonesia beberapa tahun terakhir. Begitu menurut pakar dan pengajar senior perpajakan Universitas Airlangga, Drs. Sudibyo MM.

Tidak seperti negara-negara dengan sistem perpajakannya dari era ke era semakin maju sehingga memenuhi unsur keadilan dan pemerataan, sistem perpajakan Indonesia dirancang dengan menomorsatukan fungsi budgeter (anggaran), padahal fungsi utama pajak adalah redistribusi pendapatan. 

“Di Indonesia, fungsi ini dibalik, yang utama malah menjadi fungsi budgeter. Sisi penerimaan negara menjadi lebih diutamakan," kata Sudibyo.

Pengubahan titik berat fungsi pajak ini didorong oleh ketimpangan dalam penerimaan pajak, terutama semasa pemerintahan rezim Orde Baru, dan tidak lagi tergantungnya penerimaan Indonesia kepada minyak dan gas. 

Pemerintah kemudian mengenalkan reformasi perpajakan nasional pada 31 Desember 1993. "Reformasi itu dilakukan karena sebelum masa itu penerimaan pajak rendah sekali," kata Sudibyo.

Sebelum reformasi dikenalkan, total penerimaan pajak semasa 32 tahun pemerintahan rezim Orde Baru pimpinan mantan presiden Soeharto, hanya Rp20 triliun.  Tetapi, setelah reformasi dikenallkan, jumlah penerimaan melonjak pajak seketika melonjak. Bahkan pada masa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri angkanya menjadi sekitar Rp1.000 triliun.  "Sekarang penerimaan pajak Indonesia mencapai Rp1.000 triliun per tahun atau sekitar Rp4 triliun per hari," kata pakar pajar Universitas Airlangga ini.

Namun, karena penerimaan dari pendapatan minyak dan gas tidak lagi menjadi yang utama dalam Angkatan Pendapatan Belanda Negara (APBN), proporsi penerimaan pajak pun menjadi 78 persen dari APBN. "Fungsi APBN pun menjadi yang utama, padahal seharusnya tidak begitu," kata Sudibyo.

Pengubahan artikulasi fungsi ini dinilai Sudibyo secara teoritis tidak adil bagi pembayar pajak, karena pembayar pajak dipaksa mencapai target angka Rp1.000 triliun. "Padahal pajak tidak mengenal target," kata dia.

Menurut Sudibyo, prinsip pajak itu adil proporsional.  "Sesuai daya pikul pembayar pajak. Anda berpenghasilan besar, maka besar pula kewajiban pajaknya, sebaliknya Anda berpenghasilan kecil maka kecil pula kewajiban pajaknya."

Sudibyo melihat prinsip itu tidak berlaku di Indonesia, padahal menurut dia, konsep proporsional dan keadilan dalam pajak itu terletak pada pengenaan pajak badan berupa Pajak Penghasilan (PPh), dan bukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Menurut dia, jika Indonesia ingin menekankan asas keadilan dan proporsional dalam alokasi pajak, maka yang harus dikedepankan adalah PPh. "Sayangnya PPh kita hanya 5-30 persen, padahal negara-negara yang maju perpajakannya seperti negara-negara Skandinavia, PPh mereka di atas 60 persen," kata Sudibyo.

Keterbatasan ini, sambung dia, membuat upaya 'mencari celah' terlihat dominan, sehingga mengabaikan keadilan. Padahal, pajak itu proporsional, memperhatikan kecil dan besar kemampuan membayar pajak warga negara, dari pusat sampai daerah.  "Kita hanya ingin mengejar penerimaan, tanpa mempedulikan unsur keadilan, akibatnya daerah-daerah dipaksa memenuhi target penerimaan pajak."

Situasi demikian membuat unsur keadilan terkesampingkan, sementara di sisi lain kondisi ini ikut memciicu rendahnya rasio pajak (tax ratio) Indonesia.  "Dan tax ratio yang rendah ini membuat Indonesia menjadi surga bagi penyelundup pajak," kata Sudibyo.

Dia melanjutkan, unsur rasio pajak ini menjadi indikator ketaatan pajak komunitas pajak.  Di negara-negara berasio pajak tinggi, bahkan termasuk Thailand yang mencapai 16 persen dan Malaysia yang rasio pajaknya lebih tinggi lagi, negara bisa mengoptimalkan potensi perekonomian dan sekaligus kedisiplinan pembayaran pajak.

"Seharusnya pajak itu berprinsip pada potensi perekonomian dan perlu adanya pemerataan. Asas pajak untuk pemerataan dan keadilan kurang diperhatikan, karena untuk target penerimaan semata," ulang Sudibyo.

Untuk itu pula Sudibyo menganggap negara semestinya memperbesar pengenaan pajak badan PPh, terutama untuk memenuhi unsur pemerataan keadilan pajak itu.  Situasi umum pada sistem perpajakan mana pun, dan bahkan menjadi indikator perkembangan ekonomi nasional sebuah negara.

"Makin maju sebuah negara, makin besar penerimaan PPh-nya," kata dia.  "Sementara di kita (Indonesia) stagnan."

Sudibyo tidak memungkiri bahwa pada banyak bagian, arah redistribusi pendapatan sudah benar, namun dia melihat secara umum aturan mengenai pajak mesti direformasi demi pemenuhan keadilan dan redistribusi pendapatan tersebut.

Dalam kerangka ini, Sudibyo melihat peran DPR sangat sentral dalam memperbaiki UU perpajakan yang ada sekarang, terutama soal formulasi besaran dan tariff PPh.  "PPh badan kita diubah menjadi progresif, padahal  semestinya proporsional. Sistem progresif membuat beban pajak yang profit besar disamakan dengan yang profitnya kecil," kata Sudibyo.

Yang paling penting lagi, sambung Sudiyo, jika keadilan pajak ingin dirasakan semua kalangan masyarakat, maka sistem pengelolaan pajak dan informasi dibuat integral dan menyatu.  "Kita harus total football," kata dia merujuk sistem permainan sepakbola timnas Belanda yang menekankan totalitas peran semua lini.

Menurut dia, Direktorat Jenderal Pajak harus didukung semua instansi terkait, baik di daerah maupun pusat. Sistem informasi dan pelayanan harus terintegral dengan semua instansi, sehingga pelayanan pajak berjalan efisien dan optimal. Dia mencontohkan apa yang berlaku di Bali di mana kehadiran warga negara asing di sana yang seharusnya menghasilkan devisa bagi Indonesia, justru menarik uang Indonesia karena mereka bekerja dan berdagang di sana.  "Semestinya Direktorat Jenderal Pajak, Imigrasi dan Kepolisian bekerjasama erat mengatasi hal ini," kata dia.

Pada tingkat nasional, dia menilai sistem koordinasi antarlembaga kurang sinkron sehingga kebocoran pajak dihindarkan dan kemanfaatan pajak dirasakan semua kalangan masyarakat. Sudibyo juga melihat terjadi perebutan penerimaan antara pusat dan daerah karena tidak ada keseragaman sistem informasi. Padahal, antardepartemen seharusnya saling menginput data.  “Selama ini semua data itu tidak terdeteksi, sehingga untuk keputusan pajak tidak  seragam,” kata Sudibyo.

Dalam tataran ini, Sudibyo secara implisit menekankan transparansi data pajak sehingga tidak saja wajib pajak dan masyarakat menjadi yakin membayar pajak adalah hal kontributif bagi pembangunan nasional, namun juga demi penggunaan uang pajak terawasi sehingga pihak berwenang benar-benar menggunakannnya secara benar untuk keadilan sosial.



View the original article here



Peliculas Online

Benarkah Kosmetik Import Aman untuk Remaja Indonesia?

Maksud hati ingin cantik, namun apa daya buruk rupa yang di dapat. Mungkin itulah kalimat yang tepat menggambarkan keadaan remaja-remaja kita masa kini. Yang saya maksud ‘remaja kita’ di sini adalah wanita remaja maupun dewasa di negara tercinta kita ini, Indonesia. Meskipun tidak semua wanita remaja maupun dewasa mengalami hal ini, akan tetapi tidak sedikit yang mengalaminya. Kalau kita memperhatikan kabar-kabar di televisi maupun media massa lainnya, kita pasti sering mendengar kabar tentang seorang wanita remaja yang mengalami kerusakan di wajahnya, dari tingkat yang paling ringan –iritasi, sampai yang terparah yaitu seluruh wajah tertutupi seperti luka-luka bernanah akibat gata-gatal maupun jerawat. Hmm, terdengar sangat mengerikan. Membayangkannya saja merinding, apalagi sampai mengalami, naudzubillah ya..

Anda termasuk orang yang sangat memperhatikan kecantikan wajah anda? Berhati-hatilah jika iya. Bukan, bukan berarti sangat memperhatikan wajah dan penampilan itu salah. Yang menjadi perhatiannya adalah, apakah anda termasuk orang yang mengikuti trend? atau, jika di setiap ada produk kecantikan terbaru, baik itu sabun, pelembab wajah, lotion, facial foam, dan lain sebagainya, apakah anda mudah melirik dan mudah berubah haluan? Atau lagi, setiap ada produk baru yang ditawarkan dengan angan-angannya yang sempurna, merk terkenal dunia, dibuat oleh perusahaan ternama, maupun negara yang sangat maju, apakah anda mencoba untuk membeli? Sekali lagi berhati-hatilah dengan gaya konsumtif anda yang kurang selektif. Karna apa? Rusaknya wajah di kalangan wanita masa kini, salah satunya adalah karna kekurang-tahuan tentang produk kecantikan yang mereka gunakan. Selain itu, sedikit dari mereka yang mengetahui ‘kebutuhan’ kulit mereka –yaitu kebutuhan kulit orang Indonesia. Jangan samakan kebutuhan anda dengan artis-artis Korea atau orang-orang di Eropa sana. Karna kebutuhan kulit orang Indonesia tidaklah sama dengan kebutuhan kulit orang-orang di belahan dunia lain. Banyak dari kalangan kita yang dengan mudah terprovokasi dengan produk kecantikan yang ditawarkan dengan begitu wah-nya lewat media. Akan tetapi sedikit dari kita yang sadar bahwa produk yang ditawarkan itu bukanlah untuk kita. Kita lupa bahwa produk yang mereka tawarkan adalah produk-produk kecantikan kulit mereka yang notabene mereka hidup dalam iklim yang berbeda dengan negara kita. Kita hidup di lingkungan tropis yang memiliki curah hujan dan panas yang tinggi, sementara mereka terbiasa dengan iklim yang terdiri lebih dari dua musim. Yang bahkan mereka sangat terbiasa dengan cuaca dingin yang ekstrim, sementara kita tidak. Ini jelas sangat berbeda. Pada intinya, produk luar tidak lah di desain untuk kulit orang Indonesia.

Kulit kita yang sedikit gelap ini bukan lah ciptaan Tuhan yang sia-sia. Kita dilahirkan dengan kulit sawo matang karna Tuhan tahu kita akan hidup di lingkungan tropis yang banyak mendapat sinar matahari di sepanjang tahunnya. Warna kulit kita yang sawo matang ini punya banyak sekali pigmen kulit yang bisa menahan radiasi ultraviolet di siang hari ketika kulit kita terkena sinar matahari. Jadi logikanya, produk kecantikan dari luar negeri yang dipasarkan kepada kita dengan wacana ‘memutihkan’, kulit kita akan ‘dipaksa’ menjadi putih oleh karena kita memakainya. Kalau sudah seperti ini, kulit kita yang sawo matang lama-lama akan terkikis dan kita tidak lagi punya pigmen yang bisa menahan radiasi. Akibatnya, kulit kita mudah tersengat matahari yang mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit kita. kalau sudah begini, mulai lah kita panik dan mulai mencoba alternatif-alternatif kosmetik yang bisa menyembuhkan, alhasil gonta-ganti produk kecantikan-pun dilakukan dan wajah semakin rusak.

Dari pengalaman banyak teman yang mengalami problematika seperti ini, mulai dari jerawat ringan hingga jerawat yang merata di wajah, pada akhirnya tempat pelarian mereka adalah dokter kulit. Apa yang disarankan dokter? Kita hanya perlu memperhatikan pola hidup kita. Diantaranya adalah, dengan membiasakan diri makan buah-buahan, sayuran, hindari konsumsi makanan berlemak yang berlebihan, karna itu akan menumpuk lemak di kulit. Kemudian, biasakan diri tidur di bawah jam 9 malam dan bangun pagi-pagi. Karna semakin kita begadang, kulit wajah kita akan mengeluarkan toksin yang menyebabkan jerawat. Lalu, produk kecantikan apa yang semestinya kita pakai? Kita ingat bahwa kita punya produk dalam negeri, nah, itulah yang memang kulit kita butuhkan, karna mereka memang didesain sesuai dengan kulit kita. Kalian ingat produk Viva? (bukan maksud promosi, tapi kita tahu produk itu sudah kita kenal sejak zaman nenek-nenek kita memakainya kan, walaupun tidak pernah diiklankan dengan bombastisnya, kita hanya perlu mengingat yang sebenarnya selama ini ada di dekat kita namun kita kurang memberikan perhatian terhadapnya) Produk Viva ini murah kan? Tapi bukan berarti kualitasnya jelek, dia murah tapi dia aman buat kita.

Naah, maka, untuk menjadi cantik itu sekali lagi tidak harus mahal! Kita juga tidak harus menjadi, meniru, ataupun memakai apa yang dipakai artis-artis Korea atau bahkan Eropa. Standar cantik bukan lah dari artis-artis itu. Dengan kulit yang sehat saja kita sudah punya modal cantik, girls. J

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.

View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 24 September 2013

Rektor Usahid: Butuh Karakter Unik untuk Menjadi Wirausahawan Tangguh!

Rektor Universitas Sahid (Usahid) Jakarta, Prof Toni Atyanto Dharoko saat membuka Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmaru) Tahun Akademik 2013/2014 dan Pekan Kreatifitas Mahasiswa di Kampus Usahid, Jakarta, Senin (9/9/2013). | Dok. UsahidJAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa harus menjadi pemuda dan ujung tombak bagi terciptanya peradaban bangsa yang lebih baik. Untuk itu, mahasiswa harus memiliki kepribadian kuat dan punya karakter unik untuk menjadi tumpuan dan pencetus kemakmuran, kemajuan, serta kemandirian bangsa. 

"Mahasiswa harus menjadi katalisator pembangunan sehingga bangsa Indonesia memiliki daya saing tinggi dengan bangsa-bangsa lain," ujar Rektor Universitas Sahid (Usahid) Jakarta, Prof Toni Atyanto Dharoko usai membuka Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmaru) Tahun Akademik 2013/2014 dan Pekan Kreatifitas Mahasiswa di Kampus Usahid, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Sesuai tema Osmaru, "Unique Character to be a Strong Entrepreneur", Toni berharap para mahasiswa baru dapat memiliki karakter kuat, peka terhadap nilai-nilai sosial budaya bangsa, mandiri, dilandasi semangat berwirausaha serta berjiwa kepemimpinan tinggi agar kelak bisa menjadi wirausahawan tangguh.

"Kompetensi tersebut juga sesuai dengan pola ilmiah pokok di kampus ini, yaitu kewirausahaan dan kepariwisataan sehingga menginspirasi para mahasiswa untuk mengimplementasikannya dalam berbagai kegiatan pekan kreatifitas mahasiswa sesuai tema tadi, yaitu karakter yang unik untuk menjadi wirausahawan tangguh," kata Toni.

Dilaksanakan pada 9-13 September 2013 mendatang di Kampus Usahid, Jakarta, Osmaru diikuti kurang lebih  750 mahasiswa baru Usahid Jakarta dari lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, serta Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik. Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kerjasama antara Usahid dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta dan Usahid dengan dengan PT Kereta Api Pariwisata.

"Ini akan menjadi kegiatan untuk memperkenalkan program pendidikan tinggi, ketentuan administrasi akademik dan keuangan, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan, serta kurikulum program studi. Sedangkan pekan kreatifitas mahasiwa akan merupakan ajang unjuk kebolehandan prestasi para mahasiswa dalam bidang seni, budaya, olahraga, minat, serta bakat mereka," kata Toni.

Selain diisi dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi, bakti sosial masyarakat dengan membersihkan lingkungan seputar kampus, mendirikan dan mengelola taman bacaan bagi masyarakat seputar kampus, kegiatan Osmaru dan PKM ini juga melibatkan para orang tua mahasiswa baru. Tujuan pertemuan dengan orang tua mahasiswa baru ini, kata Toni, untuk memperkenalkan seluruh pimpinan Usahid, menjelaskan program pendidikan dan peningkatan peran serta orang tua dalam pendidikan di perguruan tinggi ini.

"Ini akan memberikan image yang baik kepada masyarakat, khususnya untuk menciptakan networking antar berbagai instansi atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini. Karena, pembangunan karakter itu juga fokus pada pembentukan lingkungan, di mana peran pendidikan sangat sentral, karena karakter adalah kualitas pribadi seseorang yang terbentuk melalui proses belajar," ujar Toni.



View the original article here



Peliculas Online

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.

Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.

Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).

Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai.

"Hasilnya memang airnya bisa keluar. Saat perahu motor bergerak dengan kecepatan minimal 10,8 km/jam, air akan keluar," kata Niko.

Guru pembimbing Niko dan Tera, Fransiska Yanti, menuturkan bahwa karya tersebut dibuat dengan prinsip fisika dasar Archimedes dan Bernouli. "Air akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," kata Yanti.

Yanti menuturkan, saat perahu motor bergerak, genangan air dalam perahu akan memiliki tekanan lebih tinggi dari yang ada di selang. Dengan demikian, air akan bergerak ke selang dan keluar dari kapal. Karya Niko dan Tera adalah salah satu dari 9 karya anak sekolah dasar yang dipamerkan di ajang KJSF 2013.



View the original article here



Peliculas Online

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.

Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.

Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).

Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai.

"Hasilnya memang airnya bisa keluar. Saat perahu motor bergerak dengan kecepatan minimal 10,8 km/jam, air akan keluar," kata Niko.

Guru pembimbing Niko dan Tera, Fransiska Yanti, menuturkan bahwa karya tersebut dibuat dengan prinsip fisika dasar Archimedes dan Bernouli. "Air akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," kata Yanti.

Yanti menuturkan, saat perahu motor bergerak, genangan air dalam perahu akan memiliki tekanan lebih tinggi dari yang ada di selang. Dengan demikian, air akan bergerak ke selang dan keluar dari kapal. Karya Niko dan Tera adalah salah satu dari 9 karya anak sekolah dasar yang dipamerkan di ajang KJSF 2013.



View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 09 April 2013

Triumph Tiger Sport 2013 untuk Turing

Brussels, KompasOtomotif – Produsen sepeda motor Inggris, Triumph, merilis model terbaru - ras turing - Tiger Sport 2013. Peluncuran direncanakan di di Brussels Motor Show 2013 mulali dibuka hari ini (11-20 Januari). Sosoknya lebih segar karena  sejak 2007 belum mendapat sentuhan baru.

Bagian bodinya dirancang ulang, antara lain buntut, fairing, dan tameng udara. Paling menyolok adalah lengan ayun,  kini tinggal satu. penampilannnya makin keren dengan pelek aluminium hitam. Wajah baru dengan dominan dengan desain lebih  runcing, mulai dari lampu depan, pijakan kaki, hingga ujung jok yang lebih pendek.

Karena dibuat untuk turing, dipilihkan mesin  tiga silinder 12 katup berkapasitas1.050cc, berpendingin cairan dan menghasilakn tenaga 123 PS @9.400 rpm, naik 10 PS dibandingkan model lama. Torsi juga bertambah 5,6 Nm menjadi 104,2 Nm @4.300 rpm. 

Konsumsi bahan bakar dklaim lebih irit atau menambah jarak tempuh 7 persen lebih jauh dengan tangki bahan bakar berisi penuh  20,3 liter. Transmisi baru enam percepata, menghasilkan perpindahan gigi yang halus. Suspensi Showa yang bisa disetel, 43mm terbalik, siap memberikan kenyamanan maksimal selama melakukan perjalanan.

Model standar kini dilengkapi dengan ABS plus  modulator baru. Untuk rem, dipakai kaliper Nissin empat piston di depan, dan dua piston di belakang. Perlengkapan lain, ruang penyimpanan barang sewarna dengan bodi vervolume, 31 lite rdi kiri dan 24 liter di kanan. 

Pilihan warna, putih kristal dan merah diablo. Untuk harga akan dimumkan dalam waktu dekat!


View the original article here

1-1 Tak Cukup untuk Milan

Bek AC Milan, Cristian Zapata (kanan), berebut bola dengan gelandang Inter Milan, Esteban Cambiasso, pada laga Serie-A, di Giuseppe Meazza, Minggu (24/2/2013).

MILAN, KOMPAS.com - Bek AC Milan, Cristian Zapata, mengaku kecewa timnya hanya meraih satu poin dari Derby della Madonnina, di Giuseppe Meazza, Minggu (24/2/2013).

Milan unggul lebih dulu melalui Stephan El Shaarawy pada menit ke-21, tetapi 50 menit kemudian, Ezequiel Schelotto mengubah angka di papan skor menjadi 1-1, yang tak berubah hingga peluit berbunyi panjang.

Selama pertandingan, menurut Lega Serie-A, Milan menguasai bola sebanyak 54 persen dan melepaskan enam tembakan titis dari 18 usaha, sementara Inter menciptakan empat peluang emas dari sepuluh percobaan.

Dengan hasil tersebut, Milan duduk di peringkat ketiga klasemen sementara dengan nilai 45, atau unggul satu angka dari Lazio dan Inter di tempat keempat dan kelima.

"Kami agak kecewa di kamar ganti karena kami bermain dengan baik. Setelah semua peluang yang kami ciptakan, unggul satu angka dari Inter agak mengecewakan," ungkap Zapata.

"Kami bermain sangat baik dan sayang kami tak mendapatkan gol kedua. Kami mengalami sedikit penurunan ritme permainan di babak kedua dan Inter bisa memanfaatkan itu."

"Kami harus menang saat melawan Lazio pekan depan (2/3/2013).


View the original article here

Senin, 25 Februari 2013

1-1 Tak Cukup untuk Milan

Bek AC Milan, Cristian Zapata (kanan), berebut bola dengan gelandang Inter Milan, Esteban Cambiasso, pada laga Serie-A, di Giuseppe Meazza, Minggu (24/2/2013).

MILAN, KOMPAS.com - Bek AC Milan, Cristian Zapata, mengaku kecewa timnya hanya meraih satu poin dari Derby della Madonnina, di Giuseppe Meazza, Minggu (24/2/2013).

Milan unggul lebih dulu melalui Stephan El Shaarawy pada menit ke-21, tetapi 50 menit kemudian, Ezequiel Schelotto mengubah angka di papan skor menjadi 1-1, yang tak berubah hingga peluit berbunyi panjang.

Selama pertandingan, menurut Lega Serie-A, Milan menguasai bola sebanyak 54 persen dan melepaskan enam tembakan titis dari 18 usaha, sementara Inter menciptakan empat peluang emas dari sepuluh percobaan.

Dengan hasil tersebut, Milan duduk di peringkat ketiga klasemen sementara dengan nilai 45, atau unggul satu angka dari Lazio dan Inter di tempat keempat dan kelima.

"Kami agak kecewa di kamar ganti karena kami bermain dengan baik. Setelah semua peluang yang kami ciptakan, unggul satu angka dari Inter agak mengecewakan," ungkap Zapata.

"Kami bermain sangat baik dan sayang kami tak mendapatkan gol kedua. Kami mengalami sedikit penurunan ritme permainan di babak kedua dan Inter bisa memanfaatkan itu."

"Kami harus menang saat melawan Lazio pekan depan (2/3/2013).


View the original article here

Minggu, 27 Januari 2013

Triumph Tiger Sport 2013 untuk Turing

Brussels, KompasOtomotif – Produsen sepeda motor Inggris, Triumph, merilis model terbaru - ras turing - Tiger Sport 2013. Peluncuran direncanakan di di Brussels Motor Show 2013 mulali dibuka hari ini (11-20 Januari). Sosoknya lebih segar karena  sejak 2007 belum mendapat sentuhan baru.

Bagian bodinya dirancang ulang, antara lain buntut, fairing, dan tameng udara. Paling menyolok adalah lengan ayun,  kini tinggal satu. penampilannnya makin keren dengan pelek aluminium hitam. Wajah baru dengan dominan dengan desain lebih  runcing, mulai dari lampu depan, pijakan kaki, hingga ujung jok yang lebih pendek.

Karena dibuat untuk turing, dipilihkan mesin  tiga silinder 12 katup berkapasitas1.050cc, berpendingin cairan dan menghasilakn tenaga 123 PS @9.400 rpm, naik 10 PS dibandingkan model lama. Torsi juga bertambah 5,6 Nm menjadi 104,2 Nm @4.300 rpm. 

Konsumsi bahan bakar dklaim lebih irit atau menambah jarak tempuh 7 persen lebih jauh dengan tangki bahan bakar berisi penuh  20,3 liter. Transmisi baru enam percepata, menghasilkan perpindahan gigi yang halus. Suspensi Showa yang bisa disetel, 43mm terbalik, siap memberikan kenyamanan maksimal selama melakukan perjalanan.

Model standar kini dilengkapi dengan ABS plus  modulator baru. Untuk rem, dipakai kaliper Nissin empat piston di depan, dan dua piston di belakang. Perlengkapan lain, ruang penyimpanan barang sewarna dengan bodi vervolume, 31 lite rdi kiri dan 24 liter di kanan. 

Pilihan warna, putih kristal dan merah diablo. Untuk harga akan dimumkan dalam waktu dekat!


View the original article here