Pages

Tampilkan postingan dengan label Masalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.

Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.

Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).

Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai.

"Hasilnya memang airnya bisa keluar. Saat perahu motor bergerak dengan kecepatan minimal 10,8 km/jam, air akan keluar," kata Niko.

Guru pembimbing Niko dan Tera, Fransiska Yanti, menuturkan bahwa karya tersebut dibuat dengan prinsip fisika dasar Archimedes dan Bernouli. "Air akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," kata Yanti.

Yanti menuturkan, saat perahu motor bergerak, genangan air dalam perahu akan memiliki tekanan lebih tinggi dari yang ada di selang. Dengan demikian, air akan bergerak ke selang dan keluar dari kapal. Karya Niko dan Tera adalah salah satu dari 9 karya anak sekolah dasar yang dipamerkan di ajang KJSF 2013.



View the original article here



Peliculas Online

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.

Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.

Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).

Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai.

"Hasilnya memang airnya bisa keluar. Saat perahu motor bergerak dengan kecepatan minimal 10,8 km/jam, air akan keluar," kata Niko.

Guru pembimbing Niko dan Tera, Fransiska Yanti, menuturkan bahwa karya tersebut dibuat dengan prinsip fisika dasar Archimedes dan Bernouli. "Air akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," kata Yanti.

Yanti menuturkan, saat perahu motor bergerak, genangan air dalam perahu akan memiliki tekanan lebih tinggi dari yang ada di selang. Dengan demikian, air akan bergerak ke selang dan keluar dari kapal. Karya Niko dan Tera adalah salah satu dari 9 karya anak sekolah dasar yang dipamerkan di ajang KJSF 2013.



View the original article here



Peliculas Online

Rabu, 03 April 2013

La Nyalla Tak Masalah Voters Lembaga, tapi...

Dari kiri ke kanan; Perwakilan KPSI La Nyalla Mattalitti, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia RitaSubowo, dan Menpora Roy Suryo tampak gembira usai menyampaikan hasil rapat perundingan antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013). Kedua organisasi tersebut bersepakat untuk mengakihiri konflik dan akan melaksanakan kongres PSSI pada 17 maret 2013 di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petinggi KPSI, La Nyalla Mattalitti, menyatakan tak mempermasalahkan pernyataan FIFA, yaitu peserta Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 adalah sebuah klub/lembaga. Namun, La Nyalla meminta agar lembaga yang dimaksud dikembalikan seperti semula.

Menurut La Nyalla, hal ini penting agar perwakilan klub/lembaga yang akan turut serta dalam Kongres PSSI nanti 17 Maret 2013, bukanlah lembaga yang dinilainya palsu.

"Kalau kami tidak masalah bila FIFA mengatakan peserta kongres diwakili lembaga. Namun, perlu dilakukan verifikasi karena beberapa anggota seperti Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, adalah caretaker. Saya ingin agar kongres tidak mengikutsertakan anggota palsu, yang di-caretaker oleh (Ketua PSSI saat ini) Djohar Arifin," kata La Nyalla, Senin (25/2/2013).

"Jadi, harus dikembalikan ke semula atau ke nol lagi," tambahnya.


View the original article here

Senin, 25 Februari 2013

La Nyalla Tak Masalah Voters Lembaga, tapi...

Dari kiri ke kanan; Perwakilan KPSI La Nyalla Mattalitti, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia RitaSubowo, dan Menpora Roy Suryo tampak gembira usai menyampaikan hasil rapat perundingan antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013). Kedua organisasi tersebut bersepakat untuk mengakihiri konflik dan akan melaksanakan kongres PSSI pada 17 maret 2013 di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petinggi KPSI, La Nyalla Mattalitti, menyatakan tak mempermasalahkan pernyataan FIFA, yaitu peserta Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 adalah sebuah klub/lembaga. Namun, La Nyalla meminta agar lembaga yang dimaksud dikembalikan seperti semula.

Menurut La Nyalla, hal ini penting agar perwakilan klub/lembaga yang akan turut serta dalam Kongres PSSI nanti 17 Maret 2013, bukanlah lembaga yang dinilainya palsu.

"Kalau kami tidak masalah bila FIFA mengatakan peserta kongres diwakili lembaga. Namun, perlu dilakukan verifikasi karena beberapa anggota seperti Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, adalah caretaker. Saya ingin agar kongres tidak mengikutsertakan anggota palsu, yang di-caretaker oleh (Ketua PSSI saat ini) Djohar Arifin," kata La Nyalla, Senin (25/2/2013).

"Jadi, harus dikembalikan ke semula atau ke nol lagi," tambahnya.


View the original article here