Pages

Tampilkan postingan dengan label Sungai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sungai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

Inilah 8 Kota Dengan Suasana Bak Venesia

Apa yang terbayang ketika anda mendengar Venesia? sebuah kota Italia yang sebagian besar tertutup air dengan gondola dan kapal sebagai transportasi utamanya. Karena keunikannya Venesia kerap terlihat di berbagai film-film box office, baik yang bergenre action sampai drama romantis. Nah kali ini Anekainfounik menghadirkan 8 kota yang memiliki keunikan seperti Venice, kota apa saja itu?

1. SUZHOU

Suzhou canal lanterns

Sebuah kota tua di provinsi Jiangsu China, siapa sangka kota ini menyajikan pemandangan khas mirip-mirip dengan Venesia. Di beberapa bagian kota tua terdapat kanal-kanal yang menghubungkan beberapa blok kota. Dilain pihak walau Suzhou nampak seperti kota tua yang tenang pada kenyataannya Suzhou adalah salah satu kota terkaya di China.

2. BRUGES

Bruges canal

Bruges, kota yang terletak di Belgia ini memiliki kanal-kanal yang mirip dengan Venisia, dimana disekeliling sungai berdiri bangunan-bangunan tua dan bersejarah.

3. BANGKOK

Bangkok floating market

Bangkok juga memiliki kanal-nya sendiri yang diberi nama Khlong, pemandangan Khlong agak semrawut dikarenakan sungai ini juga menjadi semacam pasar apung dan waterway bagi yang tidak mau terjebak kemacetan jalanan kota Bangkok. Tidak seperti dua kota diatas, kebanyakan bangunan di pinggir Khlong adalah bangunan panggung sederhana.

 4. GIETHOORN

Giethoorn canal

Daya tarik kota yang terletak di Belanda ini adalah kanal-kanalnya yang indah, dan suasana bebas polusinya, karena di daerah ini sangat jarang kendaraan bermotor. Selain itu rumah-rumah penduduk tidak selalu berjajar, sebagian malah berdiri menyendiri membentuk sebuah pulau. Untuk aktifitas sehari-hari penduduk lebih mengandalkan kapal kecil atau berjalan kaki melewati jembatan-jembatan antar pulau.

5. BIRMINGHAM

Birmingham canal

Kota ini memiliki kanal-kanal yang dulu digunakan sebagai transportasi barang ketika era industri, sekarang peran kanal ini tidak sevital dahulu dan lebih banyak digunakan untuk tujuan wisata.

6. KERALA

Kerala Backwaters

Terletak di Kerala, India sungai ini membentang sepanjang 900 mil sampai ke laut. Kebanyakan digunakan sebagai transportasi barang namun tidak sedikit yang memanfaatkannya sebagai tujuan turisme. Di sekitar sungai ini banyak dijumpai penduduk yang menawarkan perahu untuk wisata air.

7. CAN THO

Can Tho floating market

Can Tho terletak di Vietnam  menawarkan wisata air yang tidak sepadat sungai di Bangkok, sungai disini cukup lebar karena merupakan bagian dari sungai Mekong. Kebanyakan penduduk memanfaatkan sungai untuk menjual hasil kebun.

8. STOCKHOLM

Stockholm canal

Ibukota Swedia ini juga mencakup beberapa pulau kecil yang dipisahkan oleh sungai, tidak heran kalau kemudian sungai ini menjadi sara turisme.

Sumber:
http://www.mnn.com/lifestyle/eco-tourism/photos/beyond-venice-8-must-see-canal-cities/stockholm

Selasa, 24 September 2013

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.

Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.

Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).

Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai.

"Hasilnya memang airnya bisa keluar. Saat perahu motor bergerak dengan kecepatan minimal 10,8 km/jam, air akan keluar," kata Niko.

Guru pembimbing Niko dan Tera, Fransiska Yanti, menuturkan bahwa karya tersebut dibuat dengan prinsip fisika dasar Archimedes dan Bernouli. "Air akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," kata Yanti.

Yanti menuturkan, saat perahu motor bergerak, genangan air dalam perahu akan memiliki tekanan lebih tinggi dari yang ada di selang. Dengan demikian, air akan bergerak ke selang dan keluar dari kapal. Karya Niko dan Tera adalah salah satu dari 9 karya anak sekolah dasar yang dipamerkan di ajang KJSF 2013.



View the original article here



Peliculas Online

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.

Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.

Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).

Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai.

"Hasilnya memang airnya bisa keluar. Saat perahu motor bergerak dengan kecepatan minimal 10,8 km/jam, air akan keluar," kata Niko.

Guru pembimbing Niko dan Tera, Fransiska Yanti, menuturkan bahwa karya tersebut dibuat dengan prinsip fisika dasar Archimedes dan Bernouli. "Air akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," kata Yanti.

Yanti menuturkan, saat perahu motor bergerak, genangan air dalam perahu akan memiliki tekanan lebih tinggi dari yang ada di selang. Dengan demikian, air akan bergerak ke selang dan keluar dari kapal. Karya Niko dan Tera adalah salah satu dari 9 karya anak sekolah dasar yang dipamerkan di ajang KJSF 2013.



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 13 Januari 2013

Tenggelam di Sungai, Ratna Sari Ditemukan di Laut

Tenggelam di Sungai, Ratna Sari Ditemukan di Laut Tim Sar Gabungan mengevakuasi jenazah Ratna Sari yang ditemukan di laut, Minggu (13/01/2013).

PANGKEP, KOMPAS.com - Dikabarkan tenggelam saat berenang di sungai Pangkajene Jumat (10/1/2013), Ratna Sari (13) warga kampung Bucinri, kelurahan Mapasaile, Kecamatan Pangkajene akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa mengapung di laut, Minggu (13/1/2013).

Menurut informasi yang diperoleh, korban tenggelam saat berenang di sungai bersama teman-temannya sore itu. Teman-temannya lebih dulu pulang, sedangkan korban masih berenang di sungai.

Karena lama tak juga pulang, ibu korban, Rohani (35) tahun menanyakan keberadaan anaknya kepada teman sepermandian di sungai. Selanjutnya, Rohani mencari anaknya di sungai dan menemukan sendal dan baju anaknya yang tertinggal.

Pencarian pun dilakukan hingga malam hari di sekitar lokasi kejadian, namun korban tak berhasil ditemukan. Rohani kemudian melaporkan anaknya kedua dari tiga bersaudara ke Polres Pangkep.

Mendengar laporan itu, Kepala Polres Pangkep, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Hermanto segera melakukan pencarian. Selain aparat kepolisian yang melakukan pencarian, turut serta personil Kodim 1421, Tim Sar Gabungan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangkep.

Terkendala dengan penerangan, pencarian ditunda dan dilanjutkan Sabtu (12/1/2013) dengan dilakukannya penyisiran sepanjang aliran sungai Pangkajene. Lagi-lagi, kondisi cuaca dengan air laut pasang, pencarian pun ditunda dan dilanjutkan keesokan harinya.

Pencarian pun dilanjutkan hingga ke laut dan jenazah korban berhasil ditemukan di sekitar pulau Saugi, Pangkep. Jenazah korban lalu dievakuasi dan dibawa ke rumah duka dengan menempuh perjalanan selama tiga jam. Jenazah korban rencananya akan divisum, namun pihak keluarga menolaknya.

Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assegaf yang ikut mengantar mayat Ratna sari ke rumah duka, menghimbau kepada warganya agar menjaga anak- anaknya untuk tidak mandi-mandi di sungai untuk saat ini. "Mengingat cuaca buruk, saya minta jangan ada yang berenang di sungai dan orang tua harus menjaga anak-anaknya," kata Abd Rahman Assegaf.


View the original article here