Pages

Tampilkan postingan dengan label Ditemukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ditemukan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2013

Patung kepala Aphrodite ditemukan di Turki

Jakarta (ANTARA News) - Sekelompok arkeolog menemukan patung marmer kepala dewi cinta dan kecantikan Aphrodite saat melakukan penggalian mosaik kolam di Turki bagian Selatan.

Para arkeolog menemukan patung itu saat melakukan ekskavasi di situs Antiochia ad Cragum (Antioch di tebing) di Pantai Mediterania, yang menurut para peneliti merupakan tempat perlindungan perompak Cilicia, kelompok yang menculik Julius Caesar untuk meminta tebusan sekitar tahun 75 sebelum Masehi.

Direktur penggalian Michael Hoff, sejarawan University of Nebraska-Lincoln, mengatakan patung kepala yang sudah terkubur ratusan tahun itu merupakan bagian patung monumental yang mereka temukan di Antiochia ad Cragum selama lebih dari delapan tahun penggalian.

Para peneliti menduga patung kepala itu sudah lama terpisah dari tubuhnya karena jejak pembakaran kapur ditemukan di dekat situs itu, menunjukkan bahwa sejumlah patung dan bongkahan batu telah dibakar untuk digunakan lagi jadi beton.

Para peneliti mengatakan patung berukuran sebesar kepala manusia bisa menjadi petunjuk tentang pengaruh budaya Kekaisaran Romawi pada masa puncaknya.

Keberadaan patung Aphrodite menunjukkan bahwa pengaruh Yunani dan Romawi menjadi arus utama di kota-kota yang jauh seperti Antiochia ad Cragum pada abad pertama dan kedua Masehi, kata Hoff.

"Itu menunjukkan betapa orang-orang yang hidup di sini mendapat pengaruh, seberapa besar mereka menjadi bagian tradisi Yunani dan Romawi," katanya seperti dilansir LiveScience.

Para peneliti sebelumnya berpendapat kebudayaan Turki selatan terlalu sempit untuk mendapat pengaruh Romawi.

Para peneliti telah mencari lebih banyak bagian mosaik terbesar Romawi yang ditemukan di Turki: lantai marmer 150 meter persegi dengan dekorasi geometris yang menghiasi plaza di luar pemandian Romawi.

Dalam penggalian akhir musim panas, mereka menemukan patung kepala menghadap ke bawah.

Selain patung, mereka juga menemukan jejak pengaruh Romawi lainnya seperti mosaik pada bangunan yang terlihat seperti kuil. Namun para peneliti belum tahu untuk siapa bangunan menyerupai kuil itu dibangun.



View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 24 September 2013

Rumah Kaum Elite Zaman Yesus Ditemukan

Reruntuhan kolam untuk ritual pembersihan di dalam bangunan rumah imam Yahudi. | BBC
KOMPAS.com — Para arkeolog menemukan sisa-sisa bangunan rumah berusia kira-kira 2.000 tahun di kawasan gunung Zion, Jerusalem, yang diharapkan dapat menjelaskan kehidupan orang-orang kaya di zaman Yesus Kristus.

Temuan artefak dan petunjuk lain menunjukkan bahwa rumah tersebut milik keluarga kaya Yahudi selama periode awal pendudukan kekaisaran Romawi, kata para peneliti.

Seperti diberitakan situs Livescience, di dalam reruntuhan bangunan yang terletak di dekat situs terkenal kerajaan Herodes, tim arkeolog menemukan ruangan kamar mandi dan cangkang siput laut yang digunakan untuk membuat cairan pewarna.

"Jika reruntuhan rumah ini merupakan kediaman orang kaya Yahudi pada abad pertama, bukan hanya dapat menjelaskan bagaimana kehidupan kaum kaya saat itu, melainkan juga dapat menjelaskan sosok Yesus itu sendiri," kata James Tabor, pimpinan tim penggalian, dalam sebuah pernyataan.

Menurut Tabor, yang merupakan ahli sejarah Kristen awal, "Yesus mengkritik gaya hidup kelas elite ini. Dia berbicara tentang pakaian, jubah panjang, dan perhiasan mereka, dan mengolok-oloknya. Jadi, kita mendapatkan informasi tambahan sehingga lebih bisa memahami seperti apa kehidupan orang kaya saat itu."

James Tabor menambahkan, temuan arkeologi ini dapat memperkaya pengetahuan tentang kehidupan kelas elite Jerusalem, yang selama ini hanya diperoleh dari Alkitab serta teks-teks yang ditulis oleh pemuka agama Yahudi.

Tidak jauh dari situs arkeologi kamar mandi itu, tim peneliti sebelumnya menemukan reruntuhan kolam yang dulu diduga digunakan untuk ritual pembersihan.

Milik para imam Yahudi

Para ahli mengatakan, penemuan sisa-sisa bangunan kamar mandi dan kolam tersebut membuktikan bahwa bangunan itu kemungkinan milik kaum elite kaya dan para imam Yahudi.

"Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa orang-orang yang membuat kamar mandi, mungkin saja merupakan orang yang sama yang membuat kolam tersebut," kata arkeolog Shimon Gibson.

Temuan penting lainnya adalah berupa cangkang siput laut yang digunakan untuk membuat cairan pewarna. Ini merupakan sumber pewarna ungu yang dikenal sangat berharga dan mahal saat itu.

Para peneliti berspekulasi bahwa para imam Yahudi saat itu kemungkinan ikut terlibat dalam industri pemasok cangkang siput laut untuk mewarnai pakaian milik orang kaya di Jerusalem, di zaman tersebut.

Tim arkeolog mengharapkan, penelitian ini akan dilanjutkan pada 2014 dan 2015 nanti. Setelah proses penelitian berakhir, masyarakat dapat melihat langsung situs bersejarah yang diperkirakan berusia 2.000 tahun itu.



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 13 Januari 2013

Tenggelam di Sungai, Ratna Sari Ditemukan di Laut

Tenggelam di Sungai, Ratna Sari Ditemukan di Laut Tim Sar Gabungan mengevakuasi jenazah Ratna Sari yang ditemukan di laut, Minggu (13/01/2013).

PANGKEP, KOMPAS.com - Dikabarkan tenggelam saat berenang di sungai Pangkajene Jumat (10/1/2013), Ratna Sari (13) warga kampung Bucinri, kelurahan Mapasaile, Kecamatan Pangkajene akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa mengapung di laut, Minggu (13/1/2013).

Menurut informasi yang diperoleh, korban tenggelam saat berenang di sungai bersama teman-temannya sore itu. Teman-temannya lebih dulu pulang, sedangkan korban masih berenang di sungai.

Karena lama tak juga pulang, ibu korban, Rohani (35) tahun menanyakan keberadaan anaknya kepada teman sepermandian di sungai. Selanjutnya, Rohani mencari anaknya di sungai dan menemukan sendal dan baju anaknya yang tertinggal.

Pencarian pun dilakukan hingga malam hari di sekitar lokasi kejadian, namun korban tak berhasil ditemukan. Rohani kemudian melaporkan anaknya kedua dari tiga bersaudara ke Polres Pangkep.

Mendengar laporan itu, Kepala Polres Pangkep, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Hermanto segera melakukan pencarian. Selain aparat kepolisian yang melakukan pencarian, turut serta personil Kodim 1421, Tim Sar Gabungan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangkep.

Terkendala dengan penerangan, pencarian ditunda dan dilanjutkan Sabtu (12/1/2013) dengan dilakukannya penyisiran sepanjang aliran sungai Pangkajene. Lagi-lagi, kondisi cuaca dengan air laut pasang, pencarian pun ditunda dan dilanjutkan keesokan harinya.

Pencarian pun dilanjutkan hingga ke laut dan jenazah korban berhasil ditemukan di sekitar pulau Saugi, Pangkep. Jenazah korban lalu dievakuasi dan dibawa ke rumah duka dengan menempuh perjalanan selama tiga jam. Jenazah korban rencananya akan divisum, namun pihak keluarga menolaknya.

Wakil Bupati Pangkep, Abd Rahman Assegaf yang ikut mengantar mayat Ratna sari ke rumah duka, menghimbau kepada warganya agar menjaga anak- anaknya untuk tidak mandi-mandi di sungai untuk saat ini. "Mengingat cuaca buruk, saya minta jangan ada yang berenang di sungai dan orang tua harus menjaga anak-anaknya," kata Abd Rahman Assegaf.


View the original article here