Pages

Tampilkan postingan dengan label Pelaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga berbincang dengan anggota keluarga mereka yang menjadi penghuni LP Cebongan di Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/3/2013).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada sisi positif dan negatif ketika sketsa pelaku penyerangan Lapas Cebongan yang kini dalam proses pengerjaan Polda DIY, disebarkan ke masyarakat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Polda DIY saat ini sedang membuat dua sketsa wajah pelaku penyerangan Lapas Cebongan, guna melengkapi data Laboraturium Forensik (Labfor) dan visum. Rencananya seminggu ini sketsa tersebut rampung dan akan segera disebarkan ke publik.

Ketua Komnas HAM, Siti Noorlaila saat dihubungi mengatakan akan ada dua kemungkinan jika sketsa wajah pelaku penyerangan disebarkan ke publik. Pertama publik dapat membantu pencarian ataupun memberikan informasi keberadaan orang tersebut. Kedua ketika pelaku mengetahui sketsa wajahnya maka akan segera melarikan diri dan bersembunyi.

"Ada dua kemungkinan itu yang akan terjadi. Namun demikian kami percaya Polda DIY memiliki teknik tersendiri untuk menangkap pelaku penyerangan," terangnya, Senin (1/4/2013).

Siti menegaskan, apapun yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut, pada dasarnya Komnas HAM selalu mendukung. Meski demikian, soal penyebaran sketsa wajah pelaku, kepolisian harus menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anni Pudjiastuti mengatakan, penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan oleh Polda DIY beserta tim asistensi dari Bareskrim Polri.

"Sketsa secepatnya akan diselesaikan dan kalau sudah siap akan langsung disebarkan. Mengenai mengarah ke siapa kita belum bisa menyimpulkan," katanya.


View the original article here

Dibekuk, Pelaku Pembunuhan Pria di Dalam Goa

Dibekuk, Pelaku Pembunuhan Pria di Dalam Goa KOMPAS.com/ Abdul Haq Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tengah berkurumun saat evakuasi terhadap sesosok mayat pria dengan kondisi kaki dan tangan terikat didalam goa, Senin (25/03/2013).

BONE, KOMPAS.com - Aparat kepolisian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (1/4/2013), akhirnya membekuk pelaku pembunuhan terhadap seorang pria yang ditemukan dalam goa dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Pelaku dibekuk di tempat persembunyiannya setelah sempat buron selama tujuh hari.

Pelaku pembunuhan terhadap pria beristeri empat bernama Selleng alias Anto (38) di areal perkebunan Dusun Pottanae, Desa Tajong, Kecamatan Tellusiattingnge itu sempat menggegerkan warga. Pelaku yang bernama Ruslan alias Ullang (38) warga Dusun Pottanae dibekuk di rumah kerabatnya di Desa Lara, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tanpa perlawanan.

Polisi mengungkapkan, pelaku dapat dibekuk dengan mudah berkat kerjasama antara Kepolisian Resor (Polres) Bone dan pihak Polres Luwu Utara. "Pelaku dibekuk di Luwu Utara dan kami menangkapnya ke bersama anggota yang bertugas di sana dan sekarang ini pelaku telah ditahan di Mapolsek," ungkap AKP Musliadi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tellusiattingnge.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban yang adalah warga Desa Cinnong Tasi, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo ini ditemukan dalam goa dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, korban dibunuh lantaran kawin lari dengan seorang gadis asal di mana korban ditemukan.

"Pelaku adalah bapak dari gadis yang dibawa lari dan korban dibunuh saat hendak meminta maaf sekaligus minta restu di rumah pelaku," kata Musliadi.


View the original article here

Rabu, 03 April 2013

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga berbincang dengan anggota keluarga mereka yang menjadi penghuni LP Cebongan di Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/3/2013).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada sisi positif dan negatif ketika sketsa pelaku penyerangan Lapas Cebongan yang kini dalam proses pengerjaan Polda DIY, disebarkan ke masyarakat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Polda DIY saat ini sedang membuat dua sketsa wajah pelaku penyerangan Lapas Cebongan, guna melengkapi data Laboraturium Forensik (Labfor) dan visum. Rencananya seminggu ini sketsa tersebut rampung dan akan segera disebarkan ke publik.

Ketua Komnas HAM, Siti Noorlaila saat dihubungi mengatakan akan ada dua kemungkinan jika sketsa wajah pelaku penyerangan disebarkan ke publik. Pertama publik dapat membantu pencarian ataupun memberikan informasi keberadaan orang tersebut. Kedua ketika pelaku mengetahui sketsa wajahnya maka akan segera melarikan diri dan bersembunyi.

"Ada dua kemungkinan itu yang akan terjadi. Namun demikian kami percaya Polda DIY memiliki teknik tersendiri untuk menangkap pelaku penyerangan," terangnya, Senin (1/4/2013).

Siti menegaskan, apapun yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut, pada dasarnya Komnas HAM selalu mendukung. Meski demikian, soal penyebaran sketsa wajah pelaku, kepolisian harus menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anni Pudjiastuti mengatakan, penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan oleh Polda DIY beserta tim asistensi dari Bareskrim Polri.

"Sketsa secepatnya akan diselesaikan dan kalau sudah siap akan langsung disebarkan. Mengenai mengarah ke siapa kita belum bisa menyimpulkan," katanya.


View the original article here

Dibekuk, Pelaku Pembunuhan Pria di Dalam Goa

Dibekuk, Pelaku Pembunuhan Pria di Dalam Goa KOMPAS.com/ Abdul Haq Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tengah berkurumun saat evakuasi terhadap sesosok mayat pria dengan kondisi kaki dan tangan terikat didalam goa, Senin (25/03/2013).

BONE, KOMPAS.com - Aparat kepolisian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (1/4/2013), akhirnya membekuk pelaku pembunuhan terhadap seorang pria yang ditemukan dalam goa dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Pelaku dibekuk di tempat persembunyiannya setelah sempat buron selama tujuh hari.

Pelaku pembunuhan terhadap pria beristeri empat bernama Selleng alias Anto (38) di areal perkebunan Dusun Pottanae, Desa Tajong, Kecamatan Tellusiattingnge itu sempat menggegerkan warga. Pelaku yang bernama Ruslan alias Ullang (38) warga Dusun Pottanae dibekuk di rumah kerabatnya di Desa Lara, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tanpa perlawanan.

Polisi mengungkapkan, pelaku dapat dibekuk dengan mudah berkat kerjasama antara Kepolisian Resor (Polres) Bone dan pihak Polres Luwu Utara. "Pelaku dibekuk di Luwu Utara dan kami menangkapnya ke bersama anggota yang bertugas di sana dan sekarang ini pelaku telah ditahan di Mapolsek," ungkap AKP Musliadi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tellusiattingnge.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban yang adalah warga Desa Cinnong Tasi, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo ini ditemukan dalam goa dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, korban dibunuh lantaran kawin lari dengan seorang gadis asal di mana korban ditemukan.

"Pelaku adalah bapak dari gadis yang dibawa lari dan korban dibunuh saat hendak meminta maaf sekaligus minta restu di rumah pelaku," kata Musliadi.


View the original article here