Pages

Tampilkan postingan dengan label Wajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wajah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Wajah Matahari pada Akhir Tahap Evolusinya


KOMPAS.com — Lebih kurang 5 miliar tahun lagi, atau menjelang akhir usianya, Matahari akan kehilangan bahan bakarnya. Bintang induk Tata Surya itu akan "membengkak" hingga lapisan luarnya mengembang, berubah menjadi apa yang disebut dengan bintang raksasa merah.

Proses terus berlanjut hingga akhirnya Matahari kehilangan seluruh materialnya dan planet-planet seperti Merkurius, Venus, dan Bumi tertelan. Pada akhirnya, Matahari nantinya hanya akan berupa inti bintang yang kecil dan mampat, diistilahkan dengan bintang katai putih.

Seperti apa wajah Matahari 5 miliar tahun lagi? Citra dari teleskop antariksa Hubble menyuguhkan gambarannya. Citra itu, seperti digambarkan di atas, menunjukkan bintang HD 184738 yang terletak di nebula planet di konstelasi Cygnus.

HD 184738 kini tengah mengalami tahap perubahan menjadi bintang raksasa merah dengan lapisan luarnya yang mengembang. Cahaya merah dan jingga yang ditunjukkan pada foto merepresentasikan gas hidrogen dan nitrogen. Wajah Matahari menjelang akhir usianya nanti akan seperti HD 184738.

Sebenarnya, HD 184738 adalah bintang yang berbeda dengan Matahari. Bintang ini termasuk bintang golongan Wolf Rayet, 20 kali lebih masif dari Matahari. Nama golongan bintang diambil dari nama astronom Perancis, Charles Wolf dan Georges Rayet.

HD 184738 sangat terang dalam pengamatan dengan inframerah dan tampak dikelilingi oleh debu yang serupa dengan debu pembentuk Bumi. Sampai kini, asal-usul debu itu belum diketahui. Citra ini dirilis oleh tim Hubble dan European Space Sgency (ESA) di situs spacetelescope.org pada 18 September 2013 lalu.



View the original article here



Peliculas Online

Wajah Matahari pada Akhir Tahap Evolusinya


KOMPAS.com — Lebih kurang 5 miliar tahun lagi, atau menjelang akhir usianya, Matahari akan kehilangan bahan bakarnya. Bintang induk Tata Surya itu akan "membengkak" hingga lapisan luarnya mengembang, berubah menjadi apa yang disebut dengan bintang raksasa merah.

Proses terus berlanjut hingga akhirnya Matahari kehilangan seluruh materialnya dan planet-planet seperti Merkurius, Venus, dan Bumi tertelan. Pada akhirnya, Matahari nantinya hanya akan berupa inti bintang yang kecil dan mampat, diistilahkan dengan bintang katai putih.

Seperti apa wajah Matahari 5 miliar tahun lagi? Citra dari teleskop antariksa Hubble menyuguhkan gambarannya. Citra itu, seperti digambarkan di atas, menunjukkan bintang HD 184738 yang terletak di nebula planet di konstelasi Cygnus.

HD 184738 kini tengah mengalami tahap perubahan menjadi bintang raksasa merah dengan lapisan luarnya yang mengembang. Cahaya merah dan jingga yang ditunjukkan pada foto merepresentasikan gas hidrogen dan nitrogen. Wajah Matahari menjelang akhir usianya nanti akan seperti HD 184738.

Sebenarnya, HD 184738 adalah bintang yang berbeda dengan Matahari. Bintang ini termasuk bintang golongan Wolf Rayet, 20 kali lebih masif dari Matahari. Nama golongan bintang diambil dari nama astronom Perancis, Charles Wolf dan Georges Rayet.

HD 184738 sangat terang dalam pengamatan dengan inframerah dan tampak dikelilingi oleh debu yang serupa dengan debu pembentuk Bumi. Sampai kini, asal-usul debu itu belum diketahui. Citra ini dirilis oleh tim Hubble dan European Space Sgency (ESA) di situs spacetelescope.org pada 18 September 2013 lalu.



View the original article here



Peliculas Online

Selasa, 09 April 2013

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga berbincang dengan anggota keluarga mereka yang menjadi penghuni LP Cebongan di Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/3/2013).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada sisi positif dan negatif ketika sketsa pelaku penyerangan Lapas Cebongan yang kini dalam proses pengerjaan Polda DIY, disebarkan ke masyarakat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Polda DIY saat ini sedang membuat dua sketsa wajah pelaku penyerangan Lapas Cebongan, guna melengkapi data Laboraturium Forensik (Labfor) dan visum. Rencananya seminggu ini sketsa tersebut rampung dan akan segera disebarkan ke publik.

Ketua Komnas HAM, Siti Noorlaila saat dihubungi mengatakan akan ada dua kemungkinan jika sketsa wajah pelaku penyerangan disebarkan ke publik. Pertama publik dapat membantu pencarian ataupun memberikan informasi keberadaan orang tersebut. Kedua ketika pelaku mengetahui sketsa wajahnya maka akan segera melarikan diri dan bersembunyi.

"Ada dua kemungkinan itu yang akan terjadi. Namun demikian kami percaya Polda DIY memiliki teknik tersendiri untuk menangkap pelaku penyerangan," terangnya, Senin (1/4/2013).

Siti menegaskan, apapun yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut, pada dasarnya Komnas HAM selalu mendukung. Meski demikian, soal penyebaran sketsa wajah pelaku, kepolisian harus menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anni Pudjiastuti mengatakan, penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan oleh Polda DIY beserta tim asistensi dari Bareskrim Polri.

"Sketsa secepatnya akan diselesaikan dan kalau sudah siap akan langsung disebarkan. Mengenai mengarah ke siapa kita belum bisa menyimpulkan," katanya.


View the original article here

Rabu, 03 April 2013

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku

Sisi Positif dan Negatif Penyebaran Sketsa Wajah Pelaku KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga berbincang dengan anggota keluarga mereka yang menjadi penghuni LP Cebongan di Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/3/2013).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada sisi positif dan negatif ketika sketsa pelaku penyerangan Lapas Cebongan yang kini dalam proses pengerjaan Polda DIY, disebarkan ke masyarakat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Polda DIY saat ini sedang membuat dua sketsa wajah pelaku penyerangan Lapas Cebongan, guna melengkapi data Laboraturium Forensik (Labfor) dan visum. Rencananya seminggu ini sketsa tersebut rampung dan akan segera disebarkan ke publik.

Ketua Komnas HAM, Siti Noorlaila saat dihubungi mengatakan akan ada dua kemungkinan jika sketsa wajah pelaku penyerangan disebarkan ke publik. Pertama publik dapat membantu pencarian ataupun memberikan informasi keberadaan orang tersebut. Kedua ketika pelaku mengetahui sketsa wajahnya maka akan segera melarikan diri dan bersembunyi.

"Ada dua kemungkinan itu yang akan terjadi. Namun demikian kami percaya Polda DIY memiliki teknik tersendiri untuk menangkap pelaku penyerangan," terangnya, Senin (1/4/2013).

Siti menegaskan, apapun yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut, pada dasarnya Komnas HAM selalu mendukung. Meski demikian, soal penyebaran sketsa wajah pelaku, kepolisian harus menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anni Pudjiastuti mengatakan, penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan oleh Polda DIY beserta tim asistensi dari Bareskrim Polri.

"Sketsa secepatnya akan diselesaikan dan kalau sudah siap akan langsung disebarkan. Mengenai mengarah ke siapa kita belum bisa menyimpulkan," katanya.


View the original article here