Pages

Tampilkan postingan dengan label Nyalla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyalla. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

La Nyalla Tak Masalah Voters Lembaga, tapi...

Dari kiri ke kanan; Perwakilan KPSI La Nyalla Mattalitti, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia RitaSubowo, dan Menpora Roy Suryo tampak gembira usai menyampaikan hasil rapat perundingan antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013). Kedua organisasi tersebut bersepakat untuk mengakihiri konflik dan akan melaksanakan kongres PSSI pada 17 maret 2013 di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petinggi KPSI, La Nyalla Mattalitti, menyatakan tak mempermasalahkan pernyataan FIFA, yaitu peserta Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 adalah sebuah klub/lembaga. Namun, La Nyalla meminta agar lembaga yang dimaksud dikembalikan seperti semula.

Menurut La Nyalla, hal ini penting agar perwakilan klub/lembaga yang akan turut serta dalam Kongres PSSI nanti 17 Maret 2013, bukanlah lembaga yang dinilainya palsu.

"Kalau kami tidak masalah bila FIFA mengatakan peserta kongres diwakili lembaga. Namun, perlu dilakukan verifikasi karena beberapa anggota seperti Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, adalah caretaker. Saya ingin agar kongres tidak mengikutsertakan anggota palsu, yang di-caretaker oleh (Ketua PSSI saat ini) Djohar Arifin," kata La Nyalla, Senin (25/2/2013).

"Jadi, harus dikembalikan ke semula atau ke nol lagi," tambahnya.


View the original article here

La Nyalla: FIFA Langgar Kesepakatan

Dari kiri ke kanan ; Perwakilan KPSI La Nyalla Mattalitti, Menpora Roy Suryo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) La Nyalla Mattalitti menilai Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah melanggar kesepakatan yang dibuatnya. Hal itu disebabkan FIFA meminta agar Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 berganti status menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.

Hal itu disampaikan oleh La Nyalla sebagai respons atas surat dari FIFA tanggal 22 Februari 2013 kepada Menpora yang menjelaskan status Kongres PSSI pada 17 Maret menjadi KLB PSSI. Menurut La Nyalla, penyelenggaraan KLB tidak diminta dalam kesepakatan dan surat FIFA tertanggal 18 Desember 2012 dan 13 Februari 2013. Jika FIFA tetap meminta Kongres PSSI berstatus KLB, La Nyalla memastikan tidak akan membubarkan KPSI setelah kongres nanti.

"Kalau nanti statusnya KLB, itu tetap akan menimbulkan masalah juga. Dualisme akan jalan terus, berarti tidak menyelesaikan permasalahan. Jadi, siapa yang menyimpang? Bukan saya, kan. Kalau disuruh kongres biasa, tentu saya akan menjalankan itu. KPSI sendiri akan bubar setelah kongres biasa karena itu ditulis dalam MoU," kata La Nyalla, Senin (25/2/2013).

"Artinya, sekarang FIFA yang melanggar kesepakatan. Jadi, jangan salahkan kami kalau KPSI jalan terus. KLB bukan amanat MoU," ujarnya.

Atas masalah ini, La Nyalla berharap agar Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dapat kembali menyurati FIFA dan mengingatkan FIFA perihal pelaksanaan KLB yang telah diutarakan sebelumnya. Ia mengatakan, sudah menjadi tugas Menpora untuk menyurati FIFA dan meluruskan hal tersebut.


View the original article here

Senin, 25 Februari 2013

La Nyalla Tak Masalah Voters Lembaga, tapi...

Dari kiri ke kanan; Perwakilan KPSI La Nyalla Mattalitti, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia RitaSubowo, dan Menpora Roy Suryo tampak gembira usai menyampaikan hasil rapat perundingan antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013). Kedua organisasi tersebut bersepakat untuk mengakihiri konflik dan akan melaksanakan kongres PSSI pada 17 maret 2013 di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Petinggi KPSI, La Nyalla Mattalitti, menyatakan tak mempermasalahkan pernyataan FIFA, yaitu peserta Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 adalah sebuah klub/lembaga. Namun, La Nyalla meminta agar lembaga yang dimaksud dikembalikan seperti semula.

Menurut La Nyalla, hal ini penting agar perwakilan klub/lembaga yang akan turut serta dalam Kongres PSSI nanti 17 Maret 2013, bukanlah lembaga yang dinilainya palsu.

"Kalau kami tidak masalah bila FIFA mengatakan peserta kongres diwakili lembaga. Namun, perlu dilakukan verifikasi karena beberapa anggota seperti Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, adalah caretaker. Saya ingin agar kongres tidak mengikutsertakan anggota palsu, yang di-caretaker oleh (Ketua PSSI saat ini) Djohar Arifin," kata La Nyalla, Senin (25/2/2013).

"Jadi, harus dikembalikan ke semula atau ke nol lagi," tambahnya.


View the original article here

La Nyalla: FIFA Langgar Kesepakatan

Dari kiri ke kanan ; Perwakilan KPSI La Nyalla Mattalitti, Menpora Roy Suryo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) La Nyalla Mattalitti menilai Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah melanggar kesepakatan yang dibuatnya. Hal itu disebabkan FIFA meminta agar Kongres PSSI pada 17 Maret 2013 berganti status menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.

Hal itu disampaikan oleh La Nyalla sebagai respons atas surat dari FIFA tanggal 22 Februari 2013 kepada Menpora yang menjelaskan status Kongres PSSI pada 17 Maret menjadi KLB PSSI. Menurut La Nyalla, penyelenggaraan KLB tidak diminta dalam kesepakatan dan surat FIFA tertanggal 18 Desember 2012 dan 13 Februari 2013. Jika FIFA tetap meminta Kongres PSSI berstatus KLB, La Nyalla memastikan tidak akan membubarkan KPSI setelah kongres nanti.

"Kalau nanti statusnya KLB, itu tetap akan menimbulkan masalah juga. Dualisme akan jalan terus, berarti tidak menyelesaikan permasalahan. Jadi, siapa yang menyimpang? Bukan saya, kan. Kalau disuruh kongres biasa, tentu saya akan menjalankan itu. KPSI sendiri akan bubar setelah kongres biasa karena itu ditulis dalam MoU," kata La Nyalla, Senin (25/2/2013).

"Artinya, sekarang FIFA yang melanggar kesepakatan. Jadi, jangan salahkan kami kalau KPSI jalan terus. KLB bukan amanat MoU," ujarnya.

Atas masalah ini, La Nyalla berharap agar Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dapat kembali menyurati FIFA dan mengingatkan FIFA perihal pelaksanaan KLB yang telah diutarakan sebelumnya. Ia mengatakan, sudah menjadi tugas Menpora untuk menyurati FIFA dan meluruskan hal tersebut.


View the original article here