Pages

Tampilkan postingan dengan label Tewas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tewas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2013

Maut Mengintai di Jalan Raya, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat

Kemarin waktu pulang kerja (24/9) baru keluar kawasan JABABEKA sekitar jam 17.00 dijalan Kalimalang dekat bendungan Cikarang terjadi kecelakaan sepeda motor dengan sepeda moto, biasanya orang-orang adu banteng, karena kepala kena kepala. Satu orang meninggal dunia ditempat, dengan luka dikepala. Korban tergeletak dijalan di tutupi menggunakan kain, darah menggenang di bagian kepala dan tubuh korban. Polisi yang datang sedang sibuk mencari tahu (Pak Polisinya kepo) keterangan dari beberapa orang yang melihat persis waktu kejadian. Kondisi jalan yang ramai karena jam pulang kerja mengakibatkan jalan macet parah, polisi yang mengatur jalan pun tidak terlalu berarti, karena banyak orang yang penasaran untuk berhenti dan melihat korban.

Jalur Kalimalang memang menjadi jalan yang sangat rawan kecelakaan, karena jalan ini memang tidak dilengkapi dengan rambu-rambu dan pembatas jalan. Jadi pengguna sepeda motor sering kali menyerobot jalur berlawan, ini sangat membahayakan pengguna jalan. Kendaraan besar dan panjang juga menggunakan jalan yang bertepatan dengan pintu keluar kawasan Industri. Ada dari MM2100, JABABEKA, dan LIPPO CIKARANG. Saat jam masuk dan pulang kerja jalur ini menjadi jalur yang sangat sibuk karena kebanyakan orang dari luar daerah Cikarang.

Keselamatan dalam berkendara juga kadang jarang sekali diindahkan oleh pengguna motor, mereka sering kali memasuki sela-sela jalan diantara mobil besar yang saling berpapasan atau berlawanan arah. Senggolan antar pengguna motor kadang tak bisa terhindarkan. Yang saya herankan mereka kadang merasa benar sendiri tidak mau mengakui kesalahan. Padahal kalau kita sedang dijalan raya dalam kondisi seperti apapun gunakan lah kepala dingin untuk menyelesaikan masalah. Apabila kita sedang dalam hati yang kurang enak lebih baik kita berhenti sejenak bersantai dahulu atau Ngopi dulu di warung si teteh di pinggir jalan, sebelum melanjutkan berkendara. Karena berkendara dalam kondisi tidak enak hati atau kurang nyaman itu salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

Sudah banyak korban yang berjatuhan dijalan raya karena kurang mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan keselamatan berlalulintas. Kalau bukan dari diri kita sendiri yang menggerakan hati untuk menjaga keselamatan pada saat berkendara mau siapa lagi. Saat ini kita tidak celaka tapi maut selalu mengintai kita suatu saat.

By Rdl

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.

View the original article here



Peliculas Online

Rabu, 03 April 2013

Olah TKP: Kapolsek Sempat Kabur Sebelum Tewas

Olah TKP: Kapolsek Sempat Kabur Sebelum Tewas KOMPAS.com/ TIGOR MUNTHE Pascatewasnya Kepala Polisi Sektor Dolok Pardamean, Komisaris Polisi Anuemrat Andar Siahaan, Kepolisian Resor Simalungun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Dusun Merek Raja Huta, Nagori Buntu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (1/4/2013) sore.

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Pascatewasnya Kepala Polisi Sektor Dolok Pardamean, Komisaris Polisi anumerta Andar Siahaan, Kepolisian Resor Simalungun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Dusun Merek Raja Huta, Nagori Buntu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (1/4/2013) sore.

Dipimpin Kepala Kepolisian Resor Simalungun Ajun Komisaris Besar Andi Syahriful Taufik, personil Polsek Dolok Pardamean Brigadir Leo Sidauruk dan Iptu Armada Simbolon, mencoba mereka ulang peristiwa Rabu (27/3/2013) malam itu.

Brigadir Leo Sidauruk menunjukkan titik awal dimana mobil Toyota Kijang BK 1074 FN yang mereka bawa bersama dengan pelaku judi Kosdin Saragih dari Nagori Dolok Saribu, dihadang warga pertama kali, dengan menggunakan sebuah pedati kerbau di Dusun Merek Raja Huta, Nagori Buntu Bayu Raja Pane. 

Di sini, mobil milik Andar Siahaan masih bisa lolos. Namun persis di depan jalan menuju sebuah gereja, sekitar 10 meter dari lokasi penghadangan pertama, mobil kembali dihadang pedati kerbau. Akibatnya, mobil terperosok ke dalam parit jalan. Setelah mobil berhenti, ratusan orang yang sudah berdatangan dari Nagori Dolok Saribu mengepung, mereka datang membawa berbagai senjata tajam dan senjata tumpul seperti batu dan balok kayu.

Warga memaksa Kosdin Saragih dikeluarkan dari dalam mobil. Kosdin akhirnya dibebaskan, namun amarah massa tak terkendali. Mobil milik Andar Siahaan dihancurkan. Saat itu, dua personil, Brigadir Leo Sidauruk dan Bripka Lamsar Samosir secara perlahan mundur ke arah gereja, berniat kabur.

Sedangkan, Iptu Armada Simbolon yang tetap bersama Andar Siahaan, mencoba menenangkan warga. Namun warga tidak peduli. “Meski sudah ada salah seorang warga mengatakan ini Kapolsek, namun warga tetap kalap. Saya dan Kapolsek akhirnya kabur ke arah jalan besar menuju Polsek Dolok Pardamean,” terang Armada Simbolon.

Naas, warga yang terus mengejar, berhasil mendapatkan almarhum Andar Siahaan sekitar 100 meter dari lokasi berhentinya mobil. Di lokasi inilah diduga kuat, massa menghajar almarhum Andar Siahaan hingga tewas dengan kepala hancur dipukul benda tumpul. Sedangkan Iptu Armada Simbolon berhasil kabur dari kejaran warga.


View the original article here

Olah TKP: Kapolsek Sempat Kabur Sebelum Tewas

Olah TKP: Kapolsek Sempat Kabur Sebelum Tewas KOMPAS.com/ TIGOR MUNTHE Pascatewasnya Kepala Polisi Sektor Dolok Pardamean, Komisaris Polisi Anuemrat Andar Siahaan, Kepolisian Resor Simalungun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Dusun Merek Raja Huta, Nagori Buntu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (1/4/2013) sore.

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Pascatewasnya Kepala Polisi Sektor Dolok Pardamean, Komisaris Polisi anumerta Andar Siahaan, Kepolisian Resor Simalungun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Dusun Merek Raja Huta, Nagori Buntu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (1/4/2013) sore.

Dipimpin Kepala Kepolisian Resor Simalungun Ajun Komisaris Besar Andi Syahriful Taufik, personil Polsek Dolok Pardamean Brigadir Leo Sidauruk dan Iptu Armada Simbolon, mencoba mereka ulang peristiwa Rabu (27/3/2013) malam itu.

Brigadir Leo Sidauruk menunjukkan titik awal dimana mobil Toyota Kijang BK 1074 FN yang mereka bawa bersama dengan pelaku judi Kosdin Saragih dari Nagori Dolok Saribu, dihadang warga pertama kali, dengan menggunakan sebuah pedati kerbau di Dusun Merek Raja Huta, Nagori Buntu Bayu Raja Pane. 

Di sini, mobil milik Andar Siahaan masih bisa lolos. Namun persis di depan jalan menuju sebuah gereja, sekitar 10 meter dari lokasi penghadangan pertama, mobil kembali dihadang pedati kerbau. Akibatnya, mobil terperosok ke dalam parit jalan. Setelah mobil berhenti, ratusan orang yang sudah berdatangan dari Nagori Dolok Saribu mengepung, mereka datang membawa berbagai senjata tajam dan senjata tumpul seperti batu dan balok kayu.

Warga memaksa Kosdin Saragih dikeluarkan dari dalam mobil. Kosdin akhirnya dibebaskan, namun amarah massa tak terkendali. Mobil milik Andar Siahaan dihancurkan. Saat itu, dua personil, Brigadir Leo Sidauruk dan Bripka Lamsar Samosir secara perlahan mundur ke arah gereja, berniat kabur.

Sedangkan, Iptu Armada Simbolon yang tetap bersama Andar Siahaan, mencoba menenangkan warga. Namun warga tidak peduli. “Meski sudah ada salah seorang warga mengatakan ini Kapolsek, namun warga tetap kalap. Saya dan Kapolsek akhirnya kabur ke arah jalan besar menuju Polsek Dolok Pardamean,” terang Armada Simbolon.

Naas, warga yang terus mengejar, berhasil mendapatkan almarhum Andar Siahaan sekitar 100 meter dari lokasi berhentinya mobil. Di lokasi inilah diduga kuat, massa menghajar almarhum Andar Siahaan hingga tewas dengan kepala hancur dipukul benda tumpul. Sedangkan Iptu Armada Simbolon berhasil kabur dari kejaran warga.


View the original article here