Pages

Tampilkan postingan dengan label Tempat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Wakatobi salah satu tempat penelitian Wallace

Peta lokasi Taman Nasional Laut Wakatobi yang dikukuhkan menjadi Cagar Biosfer Bumi. (dephut.go.id)

Dalam sejarah perjalanan Wallace melakukan penelitian, kawasan ini merupakan salah satu tempat penelitiannya, sedangkan wilayah Maluku, tempat atau rumah Wallace beristrahat ketika beliau capek atau sakit
Wangiwangi, Sultra (ANTARA News) - Pakar dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Sangkot Marzuki mengatakan wilayah perairan laut Wakatobi menjadi salah satu tempat penelitian ilmuan Inggris, Alfred Russel Wallace.

"Dalam sejarah perjalanan Wallace melakukan penelitian, kawasan ini merupakan salah satu tempat penelitiannya, sedangkan wilayah Maluku, tempat atau rumah Wallace beristrahat ketika beliau capek atau sakit," katanya disela-sela perayaan hari ulang tahun Wallace ke-100 di Wangiwangi, ibukota Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu malam.

Selain alasan tersebut kata dia, Wakatobi juga memiliki keragaman hayati yang cukup tinggi yang saat ini sudah menjadi kawasan Cagar Biosfir Bumi yang ditetapkan oleh Unesco.

Dalam rangkaian perayaan ulang tahun Wallace tersebut, Senin siang ini, ratusan ilmuan dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, akan mengikuti Seminar Internasional Wallace di Patuno Resor.

Kegiatan Seminar Internasional Wallace tersebut, menghadirkan cucu dari Wallace, Dr George C Wallace sebagai pembicara utama.

Pembicara lain yang dihadirikan dalam Seminar Internasional Wallace tersebut adalah Prof Dr Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup, dan Kepala Bappenas Prof Dr Armida Salsiah Alisjahbana.

Ilmuan perguruan tinggi luar negeri yang ikut seminar tersebut antara lain dari Oxford University dan Cambridge University.

Sedangkan dari dalam negeri antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Haluoleo Kendari.

Di tempat yang sama, Bupati Wakatobi Hugua mengemukan visi pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam membangun kabupaten tersebut, yakni terwujudnya surga nyata bawah laut di pusat segiti karang dunia.

Surga sendiri ujarnya menyakut kehidupan sumber daya manusia yang hidup di dalam kawasan itu, sedangkan alam bawah laut yang memiliki kregaman hayati menjadi sumber kebahagian masyarakat itu sendiri.

"Surga nyata bagi masyarakat itu hanya bisa terwujud, jika kawasan ini terus dijaga dan dipelihara," katanya.

Karena itu kata dia, politik atau kekuasaan boleh berganti, tapi visi membangun Wakatobi tidak boleh berubah sampai kapanpun.(*)


View the original article here

Rabu, 25 September 2013

Maut Mengintai di Jalan Raya, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat

Kemarin waktu pulang kerja (24/9) baru keluar kawasan JABABEKA sekitar jam 17.00 dijalan Kalimalang dekat bendungan Cikarang terjadi kecelakaan sepeda motor dengan sepeda moto, biasanya orang-orang adu banteng, karena kepala kena kepala. Satu orang meninggal dunia ditempat, dengan luka dikepala. Korban tergeletak dijalan di tutupi menggunakan kain, darah menggenang di bagian kepala dan tubuh korban. Polisi yang datang sedang sibuk mencari tahu (Pak Polisinya kepo) keterangan dari beberapa orang yang melihat persis waktu kejadian. Kondisi jalan yang ramai karena jam pulang kerja mengakibatkan jalan macet parah, polisi yang mengatur jalan pun tidak terlalu berarti, karena banyak orang yang penasaran untuk berhenti dan melihat korban.

Jalur Kalimalang memang menjadi jalan yang sangat rawan kecelakaan, karena jalan ini memang tidak dilengkapi dengan rambu-rambu dan pembatas jalan. Jadi pengguna sepeda motor sering kali menyerobot jalur berlawan, ini sangat membahayakan pengguna jalan. Kendaraan besar dan panjang juga menggunakan jalan yang bertepatan dengan pintu keluar kawasan Industri. Ada dari MM2100, JABABEKA, dan LIPPO CIKARANG. Saat jam masuk dan pulang kerja jalur ini menjadi jalur yang sangat sibuk karena kebanyakan orang dari luar daerah Cikarang.

Keselamatan dalam berkendara juga kadang jarang sekali diindahkan oleh pengguna motor, mereka sering kali memasuki sela-sela jalan diantara mobil besar yang saling berpapasan atau berlawanan arah. Senggolan antar pengguna motor kadang tak bisa terhindarkan. Yang saya herankan mereka kadang merasa benar sendiri tidak mau mengakui kesalahan. Padahal kalau kita sedang dijalan raya dalam kondisi seperti apapun gunakan lah kepala dingin untuk menyelesaikan masalah. Apabila kita sedang dalam hati yang kurang enak lebih baik kita berhenti sejenak bersantai dahulu atau Ngopi dulu di warung si teteh di pinggir jalan, sebelum melanjutkan berkendara. Karena berkendara dalam kondisi tidak enak hati atau kurang nyaman itu salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

Sudah banyak korban yang berjatuhan dijalan raya karena kurang mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan keselamatan berlalulintas. Kalau bukan dari diri kita sendiri yang menggerakan hati untuk menjaga keselamatan pada saat berkendara mau siapa lagi. Saat ini kita tidak celaka tapi maut selalu mengintai kita suatu saat.

By Rdl

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.

View the original article here



Peliculas Online