Pages

Tampilkan postingan dengan label Ducati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ducati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Ducati Multistrada 1200S Tertutup Es

Madonna di Campiglio, KompasOtomotif – Ducati memanfaatkan momen peluncuran tim balap MotoGP dengan memperkenalkan Mutistrada 1200S Edisi Spesial dengan nama Dolomites Peak Edition. Selubung dibuka langsung oleh duo pebalapnya,  Nicky Hayden dan Andrea Dovizioso.

Varian ini hampir sama dengan edisi Pikes Peak, yaitu replika Ducati Multistrada S yang memenangkan balap sepeda motor di ketinggian, Pikes Peak International Hill Climb, tiga tahun berturut-turut. Bedany, grafis dan pernik.

Pelek Marchesini tiga palang menghiasi kaki. Serat karbon disebar di sekujur tubuh, seperti tameng udara, sepakbor, lubang udara, penutup mesin, dan samping bawah jok. Seperti Pike Peak, knalpot pakai merek Termognoni Carbon.

Perbedaannya, strip pada bodi disamakan dengan grafis Ducati Corse dengan tambahan motif gunung tertutup es. Event Wrooom Ducati juga diabadikan pada tameng udara melalui stiker.

Ducati sangat bangga dengan motif desain grafis ini, dengan es yang "menutup" tangki, seakan mengisyaratkan bahwa sepeda motor ini mampu diajak menelusiri medan berat.

Mesin yang digunakan sama, yaitu 1.198cc Testastretta dua busi. Diklaim menghasilkan tenaga 148 PS @9.250 rpm dan 124 Nm @7.500 rpm. Paket teknologi elektronik yang disertakan adalah ride-by-wire throttle control, 4-mode pengendaraan, kontrol traksi, ABS, kontrol traksi dan suspensi semik aktif Skyhook Ducati.


View the original article here

Bradley Smith Hanya Ingin di Depan Ducati

MOTOGP Pebalap Yamaha Tech 3, Bradley Smith, saat hari kedua uji coba resmi terakhir pra-musim di Jerez, Minggu (24/3/2013).

KOMPAS.com - Bradley Smith tak memasang target yang muluk dalam debutnya di MotoGP. Sebagai rookie di kelas premier, Smith hanya menginginkan agar dirinya bisa finis di depan para pebalap pabrik Ducati.

Meskipun demikian, pebalap tim satelit Monster Yamaha Tech 3 ini berharap bisa bertarung di posisi enam besar pada akhir musim 2013. Dia ingin bisa merasakan kerasnya persaingan dengan pebalap top seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Pebalap asal Inggris ini finis di belakang duo Ducati yang membesut Desmosedici GP13, Andrea Dovizioso dan Nicky Hayden, dalam dua uji coba resmi terakhir di Sepang dan Jerez. Tetapi Smith mengakui, Dovizioso dan Hayden akan berada dalam radarnya ketika musim baru dimulai akhir pekan ini pada balapan malam di Sirkuit Losail, Qatar.

"Saya pikir target utama kami saat ini adalah mencoba bertahan di depan Ducati. Tentu saja mereka melakukan pengembangan yang bagus dan kami melihat ada peningkatan yang bagus saat tes kedua di Sepang, tetapi saya masih bisa berada di depan mereka. Kemudian, saat musim sedang berlangsung, lihatlah jika kami bisa mulai bertarung dengan (Alvaro) Bautista dan (Stefan) Bradl," ujar Smith kepada MCN, Senin (1/4/2013).

"Tentu saja kami tahu bahwa mereka merupakan paketan pabrik, sehingga agak sedikit berbeda dengan apa yang terjadi sebelumnya. Tetapi saya pikir itu tetap menjadi target. Meskipun demikian, tetap akan sulit berada di depan Ducati dan itu termasuk (Andrea) Iannone dan (Ben) Spies karena mereka memiliki paketan yang mirip dengan para pebalap pabrik, sehingga bertahan di depan dan sementara itu membuat langkah maju akan sulit.

"Bertahan di posisi delapan besar merupakan target besarku dan mendorong untuk masuk enam besar setelah libur musim panas."


View the original article here

Rabu, 03 April 2013

Bradley Smith Hanya Ingin di Depan Ducati

MOTOGP Pebalap Yamaha Tech 3, Bradley Smith, saat hari kedua uji coba resmi terakhir pra-musim di Jerez, Minggu (24/3/2013).

KOMPAS.com - Bradley Smith tak memasang target yang muluk dalam debutnya di MotoGP. Sebagai rookie di kelas premier, Smith hanya menginginkan agar dirinya bisa finis di depan para pebalap pabrik Ducati.

Meskipun demikian, pebalap tim satelit Monster Yamaha Tech 3 ini berharap bisa bertarung di posisi enam besar pada akhir musim 2013. Dia ingin bisa merasakan kerasnya persaingan dengan pebalap top seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Pebalap asal Inggris ini finis di belakang duo Ducati yang membesut Desmosedici GP13, Andrea Dovizioso dan Nicky Hayden, dalam dua uji coba resmi terakhir di Sepang dan Jerez. Tetapi Smith mengakui, Dovizioso dan Hayden akan berada dalam radarnya ketika musim baru dimulai akhir pekan ini pada balapan malam di Sirkuit Losail, Qatar.

"Saya pikir target utama kami saat ini adalah mencoba bertahan di depan Ducati. Tentu saja mereka melakukan pengembangan yang bagus dan kami melihat ada peningkatan yang bagus saat tes kedua di Sepang, tetapi saya masih bisa berada di depan mereka. Kemudian, saat musim sedang berlangsung, lihatlah jika kami bisa mulai bertarung dengan (Alvaro) Bautista dan (Stefan) Bradl," ujar Smith kepada MCN, Senin (1/4/2013).

"Tentu saja kami tahu bahwa mereka merupakan paketan pabrik, sehingga agak sedikit berbeda dengan apa yang terjadi sebelumnya. Tetapi saya pikir itu tetap menjadi target. Meskipun demikian, tetap akan sulit berada di depan Ducati dan itu termasuk (Andrea) Iannone dan (Ben) Spies karena mereka memiliki paketan yang mirip dengan para pebalap pabrik, sehingga bertahan di depan dan sementara itu membuat langkah maju akan sulit.

"Bertahan di posisi delapan besar merupakan target besarku dan mendorong untuk masuk enam besar setelah libur musim panas."


View the original article here

Minggu, 27 Januari 2013

Ducati Multistrada 1200S Tertutup Es

Madonna di Campiglio, KompasOtomotif – Ducati memanfaatkan momen peluncuran tim balap MotoGP dengan memperkenalkan Mutistrada 1200S Edisi Spesial dengan nama Dolomites Peak Edition. Selubung dibuka langsung oleh duo pebalapnya,  Nicky Hayden dan Andrea Dovizioso.

Varian ini hampir sama dengan edisi Pikes Peak, yaitu replika Ducati Multistrada S yang memenangkan balap sepeda motor di ketinggian, Pikes Peak International Hill Climb, tiga tahun berturut-turut. Bedany, grafis dan pernik.

Pelek Marchesini tiga palang menghiasi kaki. Serat karbon disebar di sekujur tubuh, seperti tameng udara, sepakbor, lubang udara, penutup mesin, dan samping bawah jok. Seperti Pike Peak, knalpot pakai merek Termognoni Carbon.

Perbedaannya, strip pada bodi disamakan dengan grafis Ducati Corse dengan tambahan motif gunung tertutup es. Event Wrooom Ducati juga diabadikan pada tameng udara melalui stiker.

Ducati sangat bangga dengan motif desain grafis ini, dengan es yang "menutup" tangki, seakan mengisyaratkan bahwa sepeda motor ini mampu diajak menelusiri medan berat.

Mesin yang digunakan sama, yaitu 1.198cc Testastretta dua busi. Diklaim menghasilkan tenaga 148 PS @9.250 rpm dan 124 Nm @7.500 rpm. Paket teknologi elektronik yang disertakan adalah ride-by-wire throttle control, 4-mode pengendaraan, kontrol traksi, ABS, kontrol traksi dan suspensi semik aktif Skyhook Ducati.


View the original article here