Pages

Tampilkan postingan dengan label kenaikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenaikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2013

Kenaikan BI rate redam pelemahan rupiah

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) hingga 7,5 persen akan menekan pelemahan dan membuat nilai tukar rupiah kembali menguat.

"Upaya untuk menguatkan kembali rupiah, BI diperkirakan menaikkan BI rate ke arah 7,5 persen," ujarnya dalam pemaparan di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, upaya non fundamental lain yang dapat dilakukan agar penguatan rupiah terus terjadi adalah dengan menciptakan sentimen positif ke pasar serta meredam kepanikan dan kekhawatiran.

Selain itu, penguatan rupiah dapat dilakukan dengan mengeluarkan paket kebijakan bidang ekonomi yang komprehensif dan ramah terhadap investor.

Ryan memperkirakan rata-rata perkiraan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun berada pada kisaran Rp11.000--11.500 per dolar AS.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (12/9) memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 7 persen menjadi 7,25 persen.

Kenaikan suku bunga tersebut merupakan penguatan bauran kebijakan yang difokuskan untuk pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar Rupiah, serta untuk memastikan berlangsungnya penyesuaian defisit transaksi berjalan pada tingkat yang berkelanjutan.

Sementara, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah nilainya sebesar 260 poin menjadi Rp11.460 dibanding sebelumnya (24/9) pada posisi Rp11.200 per dolar AS.

"Meski melemah namun pergerakannya cenderung stabil menyusul intervensi Bank Indonesia. Dalam perjalanannya rupiah sempat melemah hingga mencapai Rp11.500 per dolar AS namun menjelang sore cenderung terapresiasi meski belum membawa rupiah menguat," ujar Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto.

Rully memprediksi pada perdagangan, Kamis (26/9), nilai tukar rupiah cenderung menguat seiring dengan intervensi Bank Indonesia, bergerak di kisaran Rp10.900--Rp11.400 per dolar AS.



View the original article here



Peliculas Online

Harga emas naik didukung penundaan kenaikan plafon utang AS

Batangan emas seberat 1 gram disusun di ZLatarna Celje, Celje, Rabu (17/4). Harga emas naik 1 persen pada hari Rabu setelah jatuh rendah sejak dua tahun lalu minggu ini menarik perhatian Asia untuk membeli logam mulia tersebut, tetapi sentimen masih tetap terguncang akibat kerugian terbesar dalam sejarah 30 tahun selama dua hari kemarin. (REUTERS/Srdjan Zivulovic)

Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tajam pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena tertundanya keputusan tentang peningkatan plafon utang AS, sebuah langkah yang diperlukan untuk menghindari risiko gagal bayar utang.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 19,9 dolar AS, atau 1,51 persen, menjadi ditutup pada 1.336,2 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Menteri Keuangan AS Jacob Lew pada Rabu mengatakan bahwa langkah-langkah darurat untuk menjaga pemerintah agar tidak melewati plafon utang yang akan berakhir pada 17 Oktober, mendesak Kongres untuk menaikkan batas utang pada waktu yang tepat.

Karena Kongres masih menemui jalan buntu, kemungkinan kemacetan dalam pemerintah AS meningkat, memikat beberapa investor untuk melakukan "short-covering".

Melemahnya dolar juga telah memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga emas.

Dolar melemah terhadap mata uang utama pada Rabu karena data pemerintah AS menunjukkan bahwa penjualan rumah baru di Amerika Serikat naik 7,9 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 421.000 pada Agustus, berbalik naik (rebound) setelah penurunan besar pada Juli.

Departemen Perdagangan AS juga mengatakan pada Rabu bahwa pesanan barang tahan lama naik 0,1 persen pada Agustus ke disesuaikan secara musiman 224,9 juta dolar AS setelah direvisi turun 8,1 persen pada Juli.

China akan memulai liburan "Golden Week" pada pekan depan, dan permintaan impor untuk emas juga akan mengambil istirahat, kata analis pasar.

Perak untuk pengiriman Desember naik 30 sen, atau 1,39 persen, menjadi ditutup pada 21,886 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 10 dolar AS, atau 0,7 persen, menjadi ditutup pada 1.428,8 dolar AS per ounce.

Penerjemah: Apep Suhendar



View the original article here



Peliculas Online