Pages

Tampilkan postingan dengan label Punya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Punya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Tiga SMP di Nunukan Tak Punya Guru Mata Pelajaran UN

NUNUKAN, KOMPAS.com - Miris, tiga sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Selatan tak satupun memiliki guru mata pelajaran yang diujikan di ujian nasional (UN). Kenyataan seperti itulah yang harus dihadapi SMPN 1, SMPN2 dan SMPN3 Kecamatan Krayan Selatan.

Fanai Cholin, koordinator Forum Anak Adik Lundayeh mengatakan, akibat tidak adanya guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS, kualitas anak didik di Kecamatan Krayan Selatan sangat memprihatinkan.

"Di SMP 1 PNS-nya cuma tiga. Ini pun guru agama, guru olahraga, dan guru kesenian. Sama seperti di SMPN 2 Krayan Selatan, hanya memiliki dua orang guru. Yang ada di sana itu hanya guru olahraga dan guru agama. Mereka terpaksa berupaya juga mengajar mata pelajaran yang di-UAN-kan. Bisa dibayangkan bagaimana hasilnya," ujar Fanai Cholin, Senin(23/9/2013).

Ketua Forum Anak Adik Lundayeh, Josly mengatakan, minimnya guru pelajaran yang diujikan di ujian nasional (UN) di wilayah perbatasan adalah akibat kurang cermatnya Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah BKDD dalam mendata kebutuhan tenaga pengajar di Kecamatan Krayan Selatan yang notabene minim infrastruktur.

“Seharusnya BKDD itu mengacu pada kebutuhan real di lapangan. Misalnya di SMP2, ada guru jurusan seni, apakah mata pelajaran seni ini lebih penting dari Matematika? Sementara guru Matematika nggak ada” ujar Josly.

Tahun 2013, Kabupaten Nunukan menerima kuota penerimaan CPNS sebanyak 142 orang. Sementara kuota penerimaan PNS guru untuk wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Selatan hanya 4 orang. Padahal, saat ini, di Kecamatan Krayan Selatan disinyalisasi masih kekurangan 34 guru.

Forum Anak Adik Lundayeh terus mendesak Pemerintah Kabupaten Nunukan melakukan upaya penggeseran jumlah formasi tenaga pengajar ke wilayah perbatasan dalam formasi penerimaan CPNS tahun 2013.

“Jika tidak memungkinkan penambahan formasi, kami meminta beberapa formasi yang tidak sesuai digeser. Untuk memenuhi kebutuhan sesuai data budgeting yang ada,' harap Josly.



View the original article here



Peliculas Online

Setelah \"Hiu Berjalan\", Kini Halmahera Punya \"Tikus Berduri\"


KOMPAS.com — Satu lagi kekayaan biodiversitas Halmahera terungkap. Setelah beberapa waktu lalu ilmuwan mengungkap keberadaan jenis baru "hiu berjalan" di perairan wilayah tersebut, kini ilmuwan mengungkap adanya spesies baru "tikus berduri".

Spesies tikus yang kemudian disebut tikus berduri Boki Mekot, sesuai nama tempat penemuannya, itu ditemukan lewat proyek penelitian dari ilmuwan University of Copenhagen dan Museum Zoologi Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tim membuat jebakan dengan umpan kelapa bakar dan selai kacang, ditempatkan pada batang pohon dan bukaan liang. Tim kemudian mengambil spesimen tikus serta menganalisisnya, baik secara morfologi maupun genetik.

Dengan analisis tersebut, tim menemukan spesies yang punya nama latin Halmaheramys bokimekot ini. Dalam publikasi di Zoological Journal of the Linnean Society, tim mengungkap bahwa tikus itu bukan sekadar spesies baru, melainkan juga genus baru.

"Jenis hewan pengerat ini menggarisbawahi besarnya jumlah keanekaragaman hayati yang belum diketahui di wilayah itu dan betapa penting upaya konservasinya," kata Perre-Henri Fabre, pimpinan peneliti dari Center of Macroecology, Evolution, and Climate University of Copenhagen.

"Penemuan ini menunjukkan masih banyaknya kekayaan kehidupan yang belum ditemukan, terutama dari wilayah kepulauan di Indonesia," kata Kristofer Helgen dari Smithsonian Institution seperti dikutip BBC, Jumat (20/9/2013).

Seperti namanya, tikus jenis baru yang ditemukan ini memiliki bulu-bulu yang keras menyerupai duri. Bagian punggung tubuhnya berwarna coklat dengan ujung ekor berwarna putih serta bagian perut yang kelabu terang.

Temuan ini menarik karena sekaligus menggarisbawahi keragaman biota di Maluku yang menjadi salah satu tempat yang menginspirasi lahirnya teori evolusi. Dahulu, karena pengamatan di wilayah Maluku, Alfred Wallace menulis surat kepada Charles Darwin yang kemudian memublikasikan The Origin of Species.

Temuan ini juga mendukung pemikiran Wallace tentang perbedaan fauna di timur dan barat wilayah Indonesia, yang dipisahkan oleh garis Wallace. H bokimekot memiliki kekhasan. Sementara kebanyakan hewan di timur Indonesia punya karakteristik Australia, spesies ini lebih menunjukkan karakteristik Asia.



View the original article here



Peliculas Online