Pages

Tampilkan postingan dengan label Lewat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lewat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Lenovo hadirkan laptop dual mode lewat Flex 14

Jakarta (ANTARA News) - Lenovo memperkenalkan perangkat multimode Lenovo Flex 14 yang bisa ditampilkan dalam dua mode, laptop dan stand.

Mode laptop memungkinkan pengguna memakai keyboard (papan ketik) dengan maksimal seperti laptop pada umumnya. Sementara itu, mode stand dapat dipilih bila ingin memaksimalkan fungsi layar sentuh, seperti untuk menonton film, bermain game, atau berselancar di internet.

Cukup putar layar Flex 14 hingga 300 derajat sehingga laptop 14 inchi tersebut menyerupai tablet yang memiliki topangan.

"Lenovo flex 14 dapat berfungsi sebagai notebook untuk kebutuhan kerja, dan touch untuk entertainment," papar Helmy Susanto, consumer 4P/T1 manager for notebook Lenovo di Jakarta, Kamis.

Baterai Lenovo Flex 14 diklaim tahan hingga sembilan jam untuk satu kali pengisian bila memakai Windows 8. Dengan layar sentuh 10-point multitouch, laptop tersebut didesain dengan tebal 0,85 inchi dan berat 2 kg.

Lenovo Flex 14 dibekali prosesor generasi keempat dari Intel, Dolby Advanced Audio, memori 4GB DDR3 dan 500GB HDD, serta kamera HD 720p.

Helmy menambahkan, Lenovo Flex 14 ditujukan untuk profesional yang butuh laptop ringan dengan baterai awet dan performa maksimal sekaligus untuk hiburan.

Laptop tersebut dibanderol seharga Rp7.999.000 untuk prosesor Intel Core i3 dan Rp8.999.000 yang dilengkapi Intel Core i5 dengan varian warna hitam dan oranye.


View the original article here

Selasa, 24 September 2013

Mengenal Dunia Kesehatan Lewat KJSF 2013

KOMPAS.com — "Coba tebak alat apa ini?"

"Mikroskop."

"Gunanya untuk apa?"

"Untuk melihat bakteri."

Begitulah salah satu percakapan yang terjadi antara penjaga stan di Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 dengan anak-anak yang mengunjunginya.

KJSF adalah pameran sains yang diselenggarakan oleh Kalbe Farma bersama PT Pembangunan Jaya Ancol. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan minat anak pada sains.

Mengusung tema maritim, KJSF tahun ini mengajak anak-anak untuk mengenal beragam bidang sains, salah satunya kesehatan.

Di salah satu stan dalam wahana bernama Kalbe City, di mana percakapan di atas terjadi, anak-anak diajak untuk mengenal laboratorium, peralatannya, dan apa saja yang dilakukan di sana.

Sabtu (21/9/2013), misalnya, anak-anak diajak untuk mengamati amilum atau zat tepung. Anak-anak diajak mengenal bahwa mikroskop juga bisa berfungsi untuk mengamati molekul tertentu.

Dalam stan itu, anak-anak juga bisa mengenal beragam macam bakteri, virus, serta pentingnya mencuci tangan untuk kesehatan.

Laboratorium hanyalah salah satu stan yang disediakan. Beberapa stan lain menyajikan hal-hal yang tak kalah menarik bagi anak-anak.

Di Milk Factory, anak-anak diajak mengenal proses pembuatan susu bubuk dari proses pengeringan hingga pengemasan.

Sementara di stan Apotek, anak-anak diajak mengenal profesi apoteker, obat-obatan di apotek, serta kegiatan yang berlangsung di dalamnya.

Pameran ini mendapat tanggapan positif dari anak-anak. Mereka tampak antusias mengunjungi setiap stan dan mempelajari yang ada di dalamnya.

Dari tiga stan terkait kesehatan saja, anak-anak bisa belajar beragam bidang sains, profesi terkait sains, serta kegiatan kesehatan selain di rumah sakit yang umumnya telah dikenal.



View the original article here



Peliculas Online

Mengenal Dunia Kesehatan Lewat KJSF 2013

KOMPAS.com — "Coba tebak alat apa ini?"

"Mikroskop."

"Gunanya untuk apa?"

"Untuk melihat bakteri."

Begitulah salah satu percakapan yang terjadi antara penjaga stan di Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 dengan anak-anak yang mengunjunginya.

KJSF adalah pameran sains yang diselenggarakan oleh Kalbe Farma bersama PT Pembangunan Jaya Ancol. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan minat anak pada sains.

Mengusung tema maritim, KJSF tahun ini mengajak anak-anak untuk mengenal beragam bidang sains, salah satunya kesehatan.

Di salah satu stan dalam wahana bernama Kalbe City, di mana percakapan di atas terjadi, anak-anak diajak untuk mengenal laboratorium, peralatannya, dan apa saja yang dilakukan di sana.

Sabtu (21/9/2013), misalnya, anak-anak diajak untuk mengamati amilum atau zat tepung. Anak-anak diajak mengenal bahwa mikroskop juga bisa berfungsi untuk mengamati molekul tertentu.

Dalam stan itu, anak-anak juga bisa mengenal beragam macam bakteri, virus, serta pentingnya mencuci tangan untuk kesehatan.

Laboratorium hanyalah salah satu stan yang disediakan. Beberapa stan lain menyajikan hal-hal yang tak kalah menarik bagi anak-anak.

Di Milk Factory, anak-anak diajak mengenal proses pembuatan susu bubuk dari proses pengeringan hingga pengemasan.

Sementara di stan Apotek, anak-anak diajak mengenal profesi apoteker, obat-obatan di apotek, serta kegiatan yang berlangsung di dalamnya.

Pameran ini mendapat tanggapan positif dari anak-anak. Mereka tampak antusias mengunjungi setiap stan dan mempelajari yang ada di dalamnya.

Dari tiga stan terkait kesehatan saja, anak-anak bisa belajar beragam bidang sains, profesi terkait sains, serta kegiatan kesehatan selain di rumah sakit yang umumnya telah dikenal.



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 13 Januari 2013

Deteksi Parkinson Lewat Kelenjar Ludah

KOMPAS.com – Penyakit Parkinson sekarang dapat dideteksi hanya dengan memeriksa kelenjar ludah. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam pertemuan ilmiah tahunan American Academy of Neurology di San Diego Amerika Serikat menemukan bahwa uji dari porsi kelenjar ludah dapat menjadi cara untuk mendeteksi seseorang terkena penyakit Parkinson.

“Sebelumnya, tidak ada tes diagnostik untuk penyakit Parkinson,” ujar penulis studi ini, Charles Adler, yang sekaligus dokter untuk Mayo Clinic Arizona dan anggota American Academy of Neurology, dalam sebuah pernyataan.

“Penelitian menunjukkan, ada protein abnormal pada penderita Parkinson yang ditemukan pada kelenjar ludah submandibular, di bawah rahang bawah, dan studi ini adalah studi pertama yang menunjukkan nilai dari uji porsi ludah yang mendiagnosa penderita Parkinson,” jelasnya.

“Dengan membuat diagnosa pada penderitanya, maka akan lebih mudah untuk mengerti pengobatannya,” tambahnya.

Adler dan timnya mempelajari 15 orang penderita Parkinson dengan rata-rata usia 68 tahun. Para pasien ini menjalani pengobatan Parkinson sebelumnya, dan tidak mengalami gangguan kelenjar ludah. Para peneliti mengambil sampel ludah dari dua kelenjar ludah setiap pasien, yaitu pada bibir bawah dan rahang bawah untuk mengetahui adanya protein abnormal di sana.

Hasilnya, para peneliti menemukan 9 dari 11 orang penderita Parkinson yang memiliki protein abnormal pada biopsi sampel jaringan ludahnya. Sedangkan empat lainnya tidak mencukupi syarat untuk dapat diperiksa.

Para peneliti mengatakan bahwa penemuan ini dapat menjadi “bukti langsung” pertama untuk mendukung penggunaan biopsi kelenjar rahang bawah  sebagai tes diagnostik untuk penderita Parkinson.

“Temuan ini mungkin dapat sangat bermanfaat ketika dibutuhkan bukti jaringan penyakit Parkinson, terutama dalam menentukan metode pengobatannya, seperti operasi atau terapi gen,” simpul Adler.


View the original article here