Pages

Tampilkan postingan dengan label Dahlan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dahlan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2013

Dahlan tinjau pelabuhan Ambon

Menteri BUMN Dahlan Iskan (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Seharusnya ada acara sambutan dulu, tapi Pak Dahlan tidak mau
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kamis pagi melakukan kunjungan kerja ke Ambon, untuk meninjau pengembangan Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.

Dahlan tiba di Bandara Pattimura, sekitar pukul 05:30 WIT, dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan menuju pelabuhan Yos Sudarso yang dikelola PT Pelindo IV (Persero).

Tanpa prosesi penyambutan, Dahlan langsung meninjau terminal penumpang, terminal petikemas, dan kargo.

"Seharusnya ada acara sambutan dulu, tapi Pak Dahlan tidak mau. Langsung saja melihat dari dekat fasilitas pelabuhan Ambon," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi.

Meskipun aktivitas bongkar muat barang belum dimulai, Dahlan sudah menyusuri hampir semua sudut pelabuhan, terminal peti kemas, ruang kantor, ruang tunggu penumpang, termasuk faslitas toilet di terminal penumpang.

GM Pelindo IV Cabang Ambon, Aris Trundru yang mendampingi Dahlan mengatakan, pelabuhan Ambon sedang dalam tahap peningkatan kapasitas yang dijadwalkan tuntas pada 2014.

"Daya tampung pelabuhan peti kemas ditargetkan meningkat 25 persen pada tahun depan (2014)," kata Aris.

Ia menjelaskan, pada tahap awal telah dilakukan reklamasi di samping pelabuhan untuk dijadikan perluasan terminal peti kemas, termasuk menggusur pasar lama yang ada di sekitar pelabuhan.

Saat ini arus peti kemas di Pelabuhan Ambon mencapai 70.000 boks per tahun, dan diproyeksikan tumbuh sebesar 20-25 persen pada 2014.

Untuk memenuhi target tersebut, Pelindo IV menginvestasikan sebanyak 1 unit container crane (CC), 2 unit Transtainer (TT), dan 2 unit tronton.

Usai meninjau Pelabuhan Ambon, Dahlan Iskan dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Papua, meninjau pengembangan Pelabuhan Sorong, Papua yang juga di bawah pengelolaan PT Pelindo IV.



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 13 Januari 2013

Dahlan Akui Salah Kemudikan Tucuxi

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat memenuhi panggilan Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya, Kamis (10/1/2013). Dahlan diperiksa selama dua jam di Gedung Road Traffic Manajemen Center (RTMC) Ditlantas terkait kecelakaannya menggunakan mobil listrik Tucuxi di Magetan pada Sabtu (5/1/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku salah dalam mengemudikan mobil listrik Tucuxi ciptaan Danet Suryatama. Hal ini sekaligus mengklarifikasi pernyataan Danet soal rahasia kecelakaan Dahlan.

"Danet memang hanya menyalahkan cara saya mengemudi dan cara saya menginjak rem. Saya terima kesalahan itu," kata Dahlan di Jakarta, Senin (14/1/2013).

Menurut Dahlan, dalam pernyataan Danet terbaru, pencipta mobil listrik mirip Ferrari ini juga tidak menyebut lagi soal pencurian teknologi dan tidak menuduh Dahlan mencuri teknologinya.

"Ini merupakan kemajuan sikap," tambahnya.

Menurutnya, Danet lebih mengungkapkan perasaannya yang seakan didepak oleh Dahlan. Danet, kata Dahlan, mungkin merasa dibohongi akibat ia melakukan perubahan model rem dan beberapa bagian mobil listrik tanpa sepengetahuan si penciptanya.

"Kalau soal ini, saya tidak akan memberikan komentar, karena perasaannya belum tentu sama dengan perasaan saya," tambahnya.

Sebelumnya, pencipta mobil listrik model "Tucuxi" Danet Suryatama akhirnya membongkar konflik dengan Dahlan di balik penciptaan mobil tersebut. Danet mengaku didepak oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Banyak rencana yang ingin kami wujudkan dengan Tucuxi. Namun semua rencana itu punah dengan disingkirkannya kami," ungkap Danet, Sabtu (12/1/2013).

Menurut Danet, pihaknya sebenarnya sudah merencanakan proyek uji coba, uji sertifikasi, serah terima, pelatihan bagi pengendara, hingga peluncuran resmi layaknya produksi mobil lain.

Namun tiba-tiba, setelah pada 21 Desember 2012, mobil langsung dibawa ke Jakarta dan langsung dioprek oleh tim Dahlan.

Danet menduga, hal ini turut memicu kecelakaan saat Dahlan mengendarainya ke Surabaya. Danet juga menuturkan, mobil listrik ini merupakan prototipe kendaraan pertama yang harus menjalani uji coba dahulu secara masak sebelum dipergunakan kemana-mana dan di arena yang sulit.

"Namun karena Pak Dahlan buru-buru membawa mobil tersebut ke Jakarta dan langsung digantikan oleh Ricky Elson dan Kupu-kupu Malam, maka ini mengakibatkan tidak adanya kesempatan bagi kami memberikan training ke calon pengendara untuk lebih mengenal Tucuxi," tambahnya.

Danet juga berharap dengan adanya kecelakaan tersebut tidak menghapus kenyataan adanya pembongkaran oleh pihak Kupu-kupu Malam dan pihak Dahlan.

Kasus kecelakaan Tucuxi dapat diikuti di topik pilihan Mobil Listrik Dahlan Iskan.


View the original article here