Pages

Kamis, 17 Oktober 2013

Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran?


Saudaraku! Setiap tahun, dan tepatnya di bulan suci Ramadhan ini, banyak dari umat Islam di sekitar anda merayakan dan memperingati suatu kejadian bersejarah yang telah merubah arah sejarah umat manusia. Dan mungkin juga anda termasuk yang turut serta merayakan dan memperingati kejadian itu. Tahukah anda sejarah apakah yang saya maksudkan?
Kejadian sejarah itu adalah Nuzul Qur’an; diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. البقرة 185
“Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)
Peringatan terhadap turunnya Al Qur’an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum. Dari mereka ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, anasyid dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan pesta makan-makan.
Pernahkan anda bertanya: bagaimanakah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabatnya dan juga ulama’ terdahulu setelah mereka memperingati kejadian ini?
Anda merasa ingin tahu apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Simaklah penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu tentang apa yang beliau lakukan.
كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري
“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)
Demikianlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bermudarasah, membaca Al Qur’an bersama Malaikat Jibril alaihissalam di luar shalat. Dan ternyata itu belum cukup bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau masih merasa perlu untuk membaca Al Qur’an dalam shalatnya. Anda ingin tahu, seberapa banyak dan seberapa lama beliau membaca Al Qur’an dalam shalatnya?
Simaklah penguturan sahabat Huzaifah radhiallahu ‘anhu tentang pengalaman beliau shalat tarawih bersama Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:
الله أكبر ذُو الجَبَرُوت وَالْمَلَكُوتِ ، وَذُو الكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir. Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. …. Sejak usai dari shalat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.” (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)
Demikianlah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingati turunnya Al Qur’an pada bulan ramadhan, membaca penuh dengan penghayatan akan maknanya. Tidak hanya berhenti pada mudarasah, beliau juga banyak membaca Al Qur’an pada shalat beliau, sampai-sampai pada satu raka’at saja, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa’, atau sebanyak 5 juz lebih.
Inilah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan demikianlah cara beliau memperingati turunnya Al Qur’an. Tidak ada pesta makan-makan, apalagi pentas seni, nyanyi-nyanyi, sandiwara atau tari menari.
Bandingkan apa yang beliau lakukan dengan yang anda lakukan. Sudahkah anda mengetahui betapa besar perbedaannya?
Anda juga ingin tahu apa yang dilakukan oleh para ulama’ terdahulu pada bulan Ramadhan?
Imam As Syafi’i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur’an sebanyak enam puluh (60) kali.
Anda merasa sebagai pengikut Imam As Syafi’i? Inilah teladan beliau, tidak ada pentas seni, pesta makan, akan tetapi seluruh waktu beliau diisi dengan membaca dan mentadaburi Al Qur’an.
Buktikanlah saudaraku bahwa anda adalah benar-benar penganut mazhab Syafi’i yang sebenarnya.
Al Aswab An Nakha’i setiap dua malam menghatamkan Al Qur’an.
Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur’an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam sekali.
Demikianlah teladan ulama’ terdahulu dalam memperingati sejarah turunnya Al Qur’an. Tidak ada pesta ria, makan-makan, apa lagi na’uzubillah pentas seni, tari-menari, nyanyi-menyanyi.
Orang-orang seperti merekalah yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta’ala:
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاء وَمَن يُضْلِلْ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ .  الزمر23
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Qs. Az Zumar: 23)
Dan oleh firman Allah Ta’ala:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ. الأنفال 2-4
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka, Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.” (Qs. Al Anfaal: 2-4)
Adapun kita, maka hanya kerahmatan Allah-lah yang kita nantikan. Betapa sering kita membaca, mendengar ayat-ayat Al Qur’an, akan tetapi semua itu seakan tidak meninggalkan bekas sedikitpun. Hati terasa kaku, dan keras, sekeras bebatuan. Iman tak kunjung bertambah, bahkan senantiasa terkikis oleh kemaksiatan. Dan kehidupan kita begitu jauh dari dzikir kepada Allah.
Saudaraku! Akankan kita terus menerus mengabadikan keadaan kita yang demikian ini? Mungkinkah kita akan senantiasa puas dengan sikap mendustai diri sendiri? Kita mengaku mencintai dan beriman kepada Al Qur’an, dan selanjutnya kecintaan dan keimanan itu diwujudkan dalam bentuk tarian, nyayian, pesta makan-makan?
Kapankah kita dapat membuktikan kecintaan dan keimanan kepada Al Qur’an dalam bentuk tadarus, mengkaji kandungan, dan mengamalkan nilai-nilainya?
Tidakkah saatnya telah tiba bagi kita untuk merubah peringatan Al Qur’an dari pentas seni menjadi bacaan dan penerapan kandungannya dalam kehidupan nyata?
***
Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri (lulusan Universitas Islam Madinah)
Artikel www.pengusahamuslim.com, dipublish ulang oleh www.muslim.or.id

CHRISTINA AGUILERA


Terlahir dengan nama lengkap Christina Maria Aguilera lahir pada tanggal 18 Desember 1980 di Pulau Staten, New York, Amerika Serikat, Gaya busananya banyak ditiru sebagian artis lain dan muda-mudi di beberapa negara. Banyak kalangan membandingkan suaranya dengan penyanyi ternama Mariah Carey dan Whitney Houston. Ia adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Amerika yang terkenal kemampuan vokal dan gaya busananya yang eksentrik atau seksi.

Christina Aguilera, seorang penyanyi yang memiliki jenis suara sprinto soprano dikenal memiliki vokal dengan jenis chestvoice yang kuat dan sering disebut sebagai penyanyi berkualitas. Pada acara MTV special "All Eyes on Christina", John Norris berkata bahwa Christina memiliki range vokal 4 oktaf. Christina juga memiliki kemampuan untuk bernyanyi dengan whistle register seperti yang dimiliki pendahulunya, Mariah Carey. Namun, Christina tidak menggunakan teknik vokal itu dan lebih memilih untuk bernyanyi dengan suara mid-oktaf yang kuat.

Kunjungan pertamanya di Cina pada Juni 2007 untuk sebuah konser di Shanghai Grand Stagedisambut antusiasme penonton. Ketatnya sensor membuat dirinya termasuk daftar penyanyi internasional yang diperbolehkan masuk di China. Femomena Aguilera pun menimbulkan spekulasi otoritas China mulai mgendurkan kebijakan sensor.


Debut album perdananya yaitu Christina Aguilera (1999) dan Back to Basics (2006) turut menduduki urutan pertama di daftar 200 album terlaris versi Billboard Music Chart dengan angka penjualan masing-masing lebih dari 250.000 keping dan 346.000 keping dalam kurun waktu 1 minggu sejak album tersebut dirilis ke pasaran Amerika. Album kedua ChristinaStripped (2002) menduduki peringkat kedua dengan angka penjualan lebih dari 330.000 keping, sedangkan album natal pertamanya yaitu My Kind of Christmas (2000) hanya berhasil menduduki posisi 28. Mi Reflejo yang diluncurkan pada tahun 2000 juga berhasil berada di posisi puncak penjualan album terlaris versi Billboard Latin Album.

Selama perjalanan kariernya, Christina Agulera telah mendapatkan 18 kali nominasi, baik Grammy Awards maupun Latin Grammy Awards. Christina memperoleh 4 Grammy Awards untuk kategori Best New Artist (2000), Best Female Pop Vocal Performance (Beautiful - 2004 dan Ain't No Other Man - 2007) dan Best Pop Collaboration with Vocals bersama P!nk, Li'l Kim dan Mya untuk single Lady Marmalade pada tahun 2002. Pada ajang Latin Grammy Award, Christina juga berhasil memperoleh penghargaan untuk kategori Best Female Pop Vocal Album (2001) untuk debut album berbahasa latin pertamanya yaitu Mi Reflejo.

Pada tahun 2008 ini, Christina Aguilera merilis album terbaiknya berjudul Keeps Gettin' Better - A Decade of Hits. Album tersebut telah dirilis 11 November 2008 lalu. Album tersebut berisi beberapa single terbaiknya, mulai dari debut album Christina Aguilera (1999), Stripped (2002) dan Back to Basics (2006) 
Keeps Gettin' Better menjadi single pertama yang dirilis dari kompilasi album terbaiknya ini. Selain itu, Christina Aguilera juga merekam lagu baru lainnya berjudul Dynamite yang akan menjadi single kedua dari kantung album Keeps Gettin' Better - A Decade of Hits. Christina Aguilera juga merekam ulang 2 lagu terdahulunya yaitu Genie In A Bottle dan Beautiful dengan aransemen musik baru.


Sampai dengan saat ini, Christina Aguilera telah menjual albumnya lebih dari 42 juta keping di seluruh dunia. Tahun 2008 lalu, nama Christina Aguilera diumumkan akan diabadikan di Hollywood Walk of Fame Los Angeles, AS disejajarkan dengan sejumlah public figure lainnya. Aguilera menikah dengan seorang eksekutif rekaman, Jordan Bratman pada 19 November 2005. Putra pertama mereka, Max Liron Bratman, lahir pada tanggal 12 Januari 2008.


Christina memiliki empat single yang mencapai nomor satu di daftar Billboard Hot 100, antara lainGenie In A Bottle (1999), What A Girl Wants dan Come On Over Baby (All I Want Is You) (2000) sertaLady Marmalade (2001). Selain menempatkan 4 single di posisi puncak, Christina Aguilera juga menempatkan beberapa singlenya di posisi top ten, antara lain I Turn To You (2000), Beautiful danAin't No Other Man (2006) serta Keeps Gettin' Better (2008).

Biografi / Profil Christina Aguilera
Nama : Christina Aguilera
Tempat Lahir : Pulau Staten, New York, Amerika Serikat ,18 Desember 1980
Perkerjaan : Penyanyi, Penulis Lagu

Album
Christina Aguilera (1999)
Mi Reflejo (2000)
My Kind of Christmas (2000)
Just Be Free (2001)
Stripped (2002)
Back to Basics (2006)

Single Christina Aguilera
Reflection
Genie In A Bottle
Genio Atrapado
What A Girl Wants
I Turn To You
Por Siempre Tu
Come On Over Baby (All I Want Is You)
Nobody Wants To Be Lonely
What's Going On (tergabung dalam All Star Tribute)
El Ultimo Audios (bersama-sama dengan beberapa penyanyi latin)
Lady Marmalade (bersama Pink, Li'l Kim dan Mya) - OST. Moulin Rouge
Pero Me Acuerdo De Ti
Falsas Esperanzas
Christmas Times
The Christmas Song (Chestnust Roasting On An Open Fire)
Dirrty (bersama Red Man)
Beautiful
Fighter
Can't Hold Us Down (bersama Li'l Kim)
The Voice Within
Car Wash (bersama Missy Elliot) - OST. Shark Tales
Til't Ya Head Back (bersama Nelly)
A Song For You (bersama Herbie Handcock)
Somos Novios (bersama Andrea Bocelli) dalam album Amore
Ain't No Other Man
Hurt
Tell Me (bersama dengan Diddy dari album Press Play)
Candyman
Slow Down Baby
Oh Mother
Save Me From Myself
Keeps Gettin' Better

Filmografi Christina Aguilera
Mickey Mouse Club (1993 - 1995)
Beverly Hills 90210 (1999)
Saturday Night Live (2000)
Saturday Night Live (2003)
Shark Tale — Penyanyi (2004)
Saturday Night Live (2004)
Saturday Night Live (2006)
Shine a Light (208)

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Christina_Aguilera

5 Fakta Unik Tentang SEA Games



















1. Indonesia hanya berselisih satu gelar dengan Thailand soal juara umum SEA Games. Tapi untuk soal menjadi tuan rumah SEA Games, Indonesia kalah dari Thailand dan Malaysia yang masing-masing sudah enam kali menjadi tuan rumah SEA Games. Sementara, Indonesia baru empat kali menjadi tuan rumah SEA Games (termasuk SEA Games 2011).

2. Dalam sejarahnya, SEA Games baru dua kali dilakukan di dua kota. Yakni pada SEA Games 2003 di Vietnam yang diselenggarakan di kota Hanoi dan Ho Chi Minh. Serta pada SEA Games 2011 di Indonesia yang diselenggarakan di kota Jakarta dan Palembang.

3. Timor Leste dan Kamboja adalah dua negara yang belum pernah menjadi tuan rumah SEA Games. Tapi Kamboja lebih beruntung karena sudah bisa menjadi tuan rumah pada tahun 2021 nanti. Semoga saja, kita masih bisa menyaksikannya, Amin.

4. Di SEA Games, ada dua negara yang dulunya merupakan satu kesatuan. Yang pertama yakni Singapura dan Malaysia, keduanya dahulu merupakan satu federasi. Setelah adanya konflik ideologi, Singapura lantas memisahkan diri dan mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 9 Agustus 1965. Lalu yang kedua, Indonesia dan Timor Leste. Dahulu, Timor Leste adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan nama Timor Timur. Tapi pada tahun 1999, diadakan referendum dan hasilnya kemerdekaan bagi Timor Timur. Dan Timor Timur pun merdeka pada tanggal 20 Mei 2002, berganti nama menjadi Timor Leste.

5. SEA Games XXVI yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang akan dimulai pada tanggal unik yakni 11-11-11. Dan diikuti 11 negara ASEAN. Serta berlangsung 11 hari. Semuanya serba angka 11. Unik kan!!.
Inilah secuil fakta unik dan menarik tentang SEA Games. Memang tak banyak fakta unik dan menarik, tapi bisa menambah pengetahuan kita tentang SEA Games. Semoga fakta unik dan menarik bisa menginspirasi kita untuk terus mendukung Indonesia di SEA Games 2011.

Syirik


Pengertian dan ruang lingkup syirik

Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala.
Kekhususan Allah itu meliputi tiga hal utama:
Pertama, hak rububiah, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan doa dan lain-lain. Maka jika ada orang yang meyakini bahwa ada makhluk yang mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada sebagaimana Allah, berarti dia telah berbuat syirik dalam masalah rububiyah.
Kedua, hak uluhiah, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan do’a, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Jika ada orang yang menyembelih untuk kuburan, atau meminta perlindungan dari bencana alam kepada para wali, berarti dia telah melakukan perbuatan syirik dalam uluhiyah.
Ketiga, hak kesempurnaan Nama-nama dan Sifat-sifat, seperti menyandang nama Allah, Ar Rabb dan Ar Rahman, atau memiliki sifat mengetahui yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. Sehingga, jika ada orang yang meyakini bahwa kiyainya bisa mendengar sesuatu yang jauh, atau melihat tempat yang jauh, atau mengetahui masa depan, berarti dia telah menyekutukan Allah dalam sifat Allah.
Dengan  demikian, berarti kesyirikan bisa terjadi dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya.

Macam-macam syirik

Syirik dibagi menjadi beberapa macam, berdasarkan pengelompokkan berikut (Al Qaulul Mufid, 1/125):
Pertama, Syirik yang Terkait dengan Kekhususan Allah Ta’ala, ada tiga bentuk:
a. Syirik dalam Rububiah
Yaitu meyakini bahwa ada diantara makhluk Allah yang mampu menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan, mengatur cuaca, menghilangkan bencana, dan kemampuan lainnya yang hanya bisa dialakukan Allah.
b. Syirik dalam uluhiah
Adalah melakukan salah satu bentuk ibadah dan ditujukan kepada selain Allah, apa pun bentuk ibadahnya. Baik ibadah hati, seperti tawakkal, pengagungan. Atau ibadah lisan, seperti nadzar, bersumpah dengan menyebut selain Allah. Atau ibadah anggota badan, seperti bersujud kepada selain Allah.
c. Syirik di dalam asma’ wa shifat (nama dan sifat)
Yaitu keyakinan  bahwa sebagian makhluk Allah memiliki sifat-sifat khusus yang Allah ta’ala miliki, seperti mengetahui perkara gaib, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan kekhususan Rabb kita yang Mahasuci.
Kedua, syirik menurut tingkatannya, ada dua:
a. Syirik akbar (besar)
Adalah perbuatan syirik yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam, alias murtad.
Syirik besar ada 4 macam:
1. Syirik dalam berdoa
Adalah merendahkan diri kepada selain Allah, dengan tujuan untuk istighatsah dan isti’anah kepadanya (makhluk), atau menggantungkan diri kepada makhluk.
2. Syirik dalam niat, kehendak dan maksud
Adalah menyekutukan Allah dalam tujuan beribadah, baik memberikan ibadah tersebut kepada makhluk atau adanya keinginan lain untuk selain Allah ketika beribadah.
3. Syirik dalam ketaatan
Meyakini bahwa ada sebagian makhluk yang memiliki hak dalam menentukan syariat Allah  atau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah dalam membuat syariat, atau mentaati makhluk secara lahir batin dalam menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan.
4. Syirik dalam kecintaan
Adalah mencintai makhluk sebagaimana mencintai Allah. Mengagungkannya, membenarkannya, memujanya, dengan gaya yang hanya selayaknya diberikan kepada Allah.
b. Syirik ashghar (kecil)
Adalah perbuatan syirik yang TIDAK menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam.
Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan syirik kecil:
Pendapat pertama, syirik kecil adalah setiap perbuatan yanng bisa mengantarkan kepada syirik besar.
Pendapat kedua, syirik kecil adalah setiap perbuatan yang divonis sebagai perbuatan syirik dalam dalil Alquran dan hadis, namun tidak sampai pada derajat yang bisa mengeluarkan seseorang dari islam. Misalnya: riya’, sumpah dengan menyebut selain Allah, menggunakan jimat, dan seterusnya.
Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa syirik kecil kualitas dosanya bertingkat-tingkat, dan bisa menjadi syirik besar, tergantung kadarnya.
Ketiga, syirik menurut letak terjadinya
a. Syirik i’tiqadi (keyakinan hati)
Syirik yang berupa keyakinan batin. Misalnya meyakini bahwa ada makhluk yang bisa mengatur cuaca.
b. Syirik ‘amali (perbuatan)
Yaitu menyekutukan Allah dalam amal perbuatan. Seperti: menyembelih untuk selain Allah, sujud kepada makhluk, dan bernazar untuk selain Allah dan yang lainnya.
c. Syirik lafzhi (syirik dalam ucapan)
Yaitu perbuatan syirik dalam ucapan, seperti bersumpah dengan menyebut selain nama Allah, seperti perkataan sebagian orang, “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, dan “Aku bertawakal kepadamu”, “Kalau bukan karena Allah dan si fulan maka akan terjadi demikian..”, dan lafazh-lafazh lainnya yang mengandung unsur kesyirikan.
Keempat, syirik menurut sifat terang dan tidaknya, ada dua macam:
a. Syirik khafi (tersembunyi)
Yaitu perbuatan syirik yang samar, sehingga sulilt untuk diketahui seseorang. Seperti ujub pada diri sendiri, riya’, atau berlebihan dalam menyandarkan rizkinya kepada penghasilannya atau pekerjaanya.
b. Syirik jali (nampak)
Adalah perbuatan syirik yang jelas dan bisa dipahami bahwa itu kesyirikan. Contoh: sujud kepada selain Allah, dan semacamnya.

Kaidah penting dalam memahami syirik

Kaidah pertama
Sesungguhnya orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengakui Allah ta’ala sebagai pencipta dan pengatur segala urusan. Sedangkan pengakuan mereka ini tidaklah membuat mereka tergolong orang Islam. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Katakanlah, Siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi. Atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan. Dan siapakah yang mampu mengeluarkan yang hidup dari yang mati serta mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Dan siapakah yang mengatur segala urusan, maka pasti mereka akan menjawab, ‘Allah’. Maka katakanlah, ‘Lantas mengapa kalian tidak mau bertakwa?’.” (QS. Yunus: 31)
Kaidah kedua
Sesungguhnya orang-orang musyrik yang Allah sebutkan dalam Alquran, mereka melakukan perbuatan kesyirikan karena dua alasan:
a. Agar mereka semakin dekat dengan Allah
Allah berfirman ta’ala (yang artinya): “Dan orang-orang yang mengangkat selain-Nya sebagai penolong (sesembahan, pen) beralasan, ‘Kami tidaklah beribadah kepada mereka kecuali karena bermaksud agar mereka bisa mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya.’ Sesungguhnya Allah pasti akan memberikan keputusan di antara mereka terhadap perkara yang mereka perselisihkan itu. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang gemar berdusta dan suka berbuat kekafiran.” (Q.s. Az Zumar: 3)
b. Agar mereka mendapatkan syafaat dan pertolongan dari makhluk yang mereka kultuskan
Allah berfirman (yang artinya): “Dan mereka beribadah kepada selain Allah; sesuatu yang sama sekali tidak mendatangkan bahaya untuk mereka dan tidak pula menguasai manfaat bagi mereka. Orang-orang itu beralasan, ‘Mereka adalah para pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah kelak.’” (QS. Yunus: 18)
Kaidah ketiga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam muncul di tengah-tengah masyarakat yang memiliki peribadatan yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang beribadah kepada malaikat. Ada pula yang beribadah kepada para nabi dan orang-orang saleh. Ada juga di antara mereka yang beribadah kepada pohon dan batu. Dan ada pula yang beribadah kepada matahari dan bulan.
Mereka semua sama-sama diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa sedikit pun membeda-bedakan di antara mereka. Dalil tentang hal ini adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dan perangilah mereka semua hingga tidak ada lagi fitnah (syirik) dan agama (amal) semuanya hanya diperuntukkan kepada Allah.” (Q.s. Al Anfaal: 39)
Dalil yang menunjukkan adanya peribadatan kepada matahari dan bulan adalah firman-Nya (yang artinya), “Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan, maka janganlah kamu sujud kepada matahari ataupun bulan. Akan tetapi sujudlah kamu kepada Allah yang menciptakan itu semua, jika kamu benar-benar beribadah hanya kepada-Nya.” (QS. Fushshilat : 37)
Dalil yang menunjukkan adanya peribadatan kepada para malaikat adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Dan Allah tidak menyuruh kamu untuk mengangkat para malaikat dan nabi-nabi sebagai sesembahan.” (Q.s. Al ‘Imran: 80)
Dalil yang menunjukkan adanya peribadatan kepada para nabi adalah firman-Nya yang artinya, “Ingatlah ketika Allah berfirman, ‘Wahai Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua sosok sesembahan selain Allah’? Maka Isa berkata, ‘Maha Suci Engkau ya Allah, tidak pantas bagiku untuk berucap sesuatu yang bukan menjadi hakku. Apabila aku mengucapkannya tentunya Engkau pasti mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, dan aku sama sekali tidak mengetahui apa yang ada di dalam diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.” (Q.s. Al Maa’idah: 116)
Dalil yang menunjukkan adanya peribadatan kepada orang-orang salih adalah firman-Nya Yang Maha Tinggi (yang artinya), “Sosok-sosok yang mereka seru justru mencari wasilah kepada Rabb mereka; siapakah di antara mereka yang lebih dekat, dan mereka juga sangat mengharapkan curahan rahmat-Nya dan merasa takut dari azab-Nya.” (Q.s. Al Israa’: 57)
Dalil yang menunjukkan adanya peribadatan kepada pohon dan batu adalah firman-Nya Yang Maha Tinggi (yang artinya), “Kabarkanlah kepada-Ku tentang Latta, ‘Uzza, dan juga Manat yaitu sesembahan lain yang ketiga.” (Q.s. An Najm [53]: 19-20).
Demikian juga ditunjukkan oleh hadits Abu Waqid Al Laitsi radhiallahu ’anhu. Beliau menuturkan, “Ketika kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju Hunain. Ketika itu kami masih dalam keadaan baru keluar dari agama kekafiran. Orang-orang musyrik ketika itu memiliki sebatang pohon yang mereka jadikan sebagai tempat i’tikaf dan tempat khusus untuk menggantungkan senjata-senjata mereka. Pohon itu disebut Dzatu Anwath. Ketika itu, kami melewati pohon tersebut. Lalu kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, buatkanlah untuk kami sebatang Dzatu Anwath seperti Dzatu Anwath yang mereka miliki.’” (H.r. Tirmidzi no. 2181, Ahmad dalam Musnadnya, 5/218. Tirmidzi mengatakan: hadits hasan sahih)
Kaidah keempat
Orang-orang musyrik pada masa kita justru lebih parah kesyirikannya daripada orang-orang musyrik zaman dahulu. Sebab orang-orang terdahulu hanya berbuat syirik di kala lapang dan beribadah (berdoa) dengan ikhlas di kala sempit. Adapun orang-orang musyrik di masa kita melakukan syirik secara terus menerus, baik ketika lapang ataupun ketika terjepit. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah ta’ala (yang artinya), “Apabila mereka sudah naik di atas kapal (dan diterpa ombak yang hebat, pen) maka mereka pun menyeru (berdoa) kepada Allah dengan penuh ikhlas mempersembahkan amalnya. Namun setelah Allah selamatkan mereka ke daratan, tiba-tiba mereka kembali berbuat kesyirikan.” (Q.s. Al ‘Ankabuut: 65)
(Qawaid Al Arba’, hlm. 1 – 4)

Bahaya kesyirikan

Berikut ini beberapa dalil dari Alquran maupun As Sunnah yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama. Dalil-dalil itu akan menggambarkan kepada kita sebuah gambaran mengerikan dan sangat menakutkan tentang dahsyatnya bahaya kesyirikan. Semoga Allah menyelamatkan diri kita darinya.
1. Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehndaki oleh-Nya.” (Q.s. An Nisaa’: 48 dan 116)
2. Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang yang berbuat syirik. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zhalim tersebut.” (Q.s. Al Maa’idah: 72)
3. Seorang musyrik akan kekal berada di dalam siksa neraka. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan.” (Q.s. Al Bayyinah: 6)
4. Dosa kesyirikan akan menghapuskan semua pahala amal shalih, betapapun banyak amal tersebut. Allah ta’alaberfirman,
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para Nabi sebelum engkau, ‘Jika kamu berbuat syirik maka pastilah seluruh amalmu akan lenyap terhapus dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.s. Az Zumar: 65)
5. Syirik adalah kezhaliman yang paling besar. Allah ta’ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang sangat besar.” (Q.s. Luqman: 13)
Allah ta’ala juga berfirman,
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ
“Sungguh Kami telah mengutus para utusan Kami dengan keterangan-keterangan, dan Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya manusia menegakkan keadilan.” (Q.s. Al Hadiid: 25)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Allah memberitakan bahwa Dia mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitabNya agar manusia menegakkan yaitu keadilan. Salah satu di antara keadilan yang paling agung adalah tauhid. Ia adalah pokok terbesar dan pilar penegak keadilan. Sedangkan syirik adalah kezaliman yang sangat besar. Sehingga syirik merupakan kezaliman yang paling zalim, sedangkan tauhid merupakan keadilan yang paling adil ….” (Ad Daa’ wad Dawaa’, hlm. 145)
6. Syirik merupakan dosa terbesar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabatnya, “Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa yang paling besar?” (beliau ulangi pertanyaan itu tiga kali) Maka para sahabat menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Berbuat syirik terhadap Allah dan durhaka kepada kedua orang tua…” (H.r. Al Bukhari no. 5632 dan Muslim no. 144)
7. Orang yang berbuat syirik sehingga murtad maka menurut ketetapan syariat Islam dia berhak dihukum bunuh.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak halal menumpahkan darah seorang muslim kecuali dengan satu di antara tiga penyebab: seorang yang sudah menikah tapi berzina, seorang muslim yang membunuh saudaranya (seagama) atau orang yang meninggalkan agamanya sengaja memisahkan diri dari jama’ah (murtad dari Islam).” (H.r. Bukhari no. 6484 dan Muslim no. 1676).
Beliau juga bersabda, “Barang siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.” (H.r. Al Bukhari no. 2858)
8. Amal yang tercampur dengan syirik akan sia-sia dan sirna sebagaimana debu-debu yang beterbangan disapu oleh angin. Allah ta’ala berfirman,
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً
“Dan Kami akan hadapi semua amal yang pernah mereka amalkan (sewaktu di dunia) kemudian Kami jadikan amal-amal itu sia-sia seperti debu-debu yang beterbangan.” (Q.s. Al Furqan: 23)
9. Orang yang berbuat syirik dalam beramal maka dia akan ditelantarkan oleh Allah.
Allah ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi yang artinya, “Aku adalah Zat yang Maha Kaya dan paling tidak membutuhkan sekutu, oleh sebab itu barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang dia mempersekutukan sesuatu dengan-Ku di dalam amalnya itu maka pasti Aku akan telantarkan dia bersama kesyirikannya itu.” (H.r. Muslim no. 46)
10. Bahaya syirik lebih dikhawatirkan oleh Nabi daripada bahaya Dajjal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang paling aku khawatirkan mengancam kalian dalam pandanganku dan lebih menakutkan daripada Al Masih Ad Dajjal?” Maka para sahabat menjawab, “Mau (ya Rasulullah).” Beliau pun bersabda, “Yaitu syirik yang samar. Apabila seseorang mendirikan shalat sambil membagus-baguskan shalatnya karena dia melihat ada orang lain yang memperhatikan shalatnya.” (HR. Ahmad no. 11270)
11. Syirik kecil adalah dosa yang sangat dikhawatirkan terjadi pada generasi terbaik yaitu para sahabat radhiallahu ‘anhum.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya, “Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil.” Maka beliau pun ditanya tentangnya. Sehingga beliau menjawab, “Yaitu riya’/ingin dilihat dan dipuji orang.” (H.r. Ahmad, dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah no. 951 dan Shahihul Jami’ no. 1551)
12. Syirik adalah bahaya yang sangat dikhawatirkan oleh bapak para Nabi yaitu Ibrahim ‘alaihis salam akan menimpa pada dirinya dan pada anak keturunannya.
Allah ta’ala mengisahkan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim di dalam ayat-Nya,
رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
“Dan jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari penyembahan kepada arca-arca.” (QS. Ibrahim: 35)
Ibrahim At Taimi mengatakan, “Lalu siapakah orang selain Ibrahim yang bisa merasa aman dari ancaman bencana (syirik)?!”
Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Maka tidak ada lagi yang merasa aman dari terjatuh dalam kesyirikan kecuali orang yang bodoh tentangnya dan juga tidak memahami sebab-sebab yang bisa menyelamatkan diri darinya; yaitu ilmu tentang Allah, ilmu tentang ajaran Rasul-Nya yaitu mentauhidkan-Nya serta larangan dari perbuatan syirik terhadapnya.” (Fathul Majid, hlm. 72)
13. Orang yang mati dalam keadaan masih musyrik maka pasti masuk neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang menjumpai Allah (mati) dalam keadaan mempersekutukan sesuatu dengan-Nya maka pasti masuk neraka.” (H.r. Muslim)
14. Orang yang berbuat syirik maka amalnya tidak akan diterima. Allah ta’ala berfirman,
فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً
“Maka barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan apapun dengan Allah dalam beribadah kepada tuhannya itu.” (Q.s Al Kahfi: 110)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata sembari menukilkan ayat, “[Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya] artinya barangsiapa yang menginginkan pahala dan balasan kebaikan dari-Nya, [maka hendaklah dia beramal shalih], yaitu amal yang sesuai dengan syariat Allah. [dan dia tidak mempersekutukan apapun dalam beribadah kepada kepada Tuhannya] Artinya dia adalah orang yang hanya mengharapkan wajah Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Inilah dua buah rukun diterimanya amalan. Suatu amal itu harus ikhlas untuk Allah dan benar yaitu berada di atas tuntunan syariat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/154).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, “Barang siapa yang mendatangi paranormal kemudian menanyakan sesuatu kepadanya maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)
15. Seorang mujahid, da’i, atau ahli baca Quran serta dermawan yang terjangkiti kesyirikan maka akan diadili pertama kali pada hari kiamat dan kemudian dibongkar kedustaannya lalu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan wajahnya tertelungkup dan diseret oleh Malaikat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya orang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian ditampakkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Alquran. Dia didatangkan kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Alquran karena-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Quran supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.” (H.r. Muslim no. 152)
16. Orang yang berbuat syirik akan merasa kecanduan dengan sesembahannya dan ditelantarkan oleh Allah. Abdullah bin ‘Ukaim meriwayatkan secara marfu’ (sampai kepada Nabi) bahwasanya beliau bersabda, “Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (jimat dan semacamnya, red) maka dia akan dibuat bersandar dan tergantung kepadanya.” (H.r. Ahmad dan Tirmidzi, dinilai hasan Al Arna’uth dalam Takhrij Jami’ul Ushul, 7/575)
17. Orang yang menyembah selain Allah adalah orang paling sesat sejagad raya. Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَومِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَن دُعَائِهِمْ غَافِلُ وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاء وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru kepada sesembahan-sesembahan selain Allah, sesuatu yang jelas-jelas tidak dapat mengabulkan doa hingga hari kiamat, dan sesembahan itu juga lalai dari doa yang mereka panjatkan. Dan apabila umat manusia nanti dikumupulkan (pada hari kiamat) maka sesembahan-sesembahan itu justru akan menjadi musuh serta mengingkari peribadatan yang dilakukan oleh para pemujanya.” (Q.s. Al Ahqaf: 5-6)
Kedelapan belas, orang yang berbuat syirik adalah sosok-sosok manusia yang sangat dungu dan  tidak mau mengambil pelajaran.
Allah ta’ala berfirman,
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِن بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka; Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab, ‘Allah’, Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah.’ tetapi kebanyakan mereka tidak memahaminya.” (Q.s. Al ‘Ankabut: 63)
19. Orang yang berbuat syirik adalah orang yang berkepribadian rendah dan tidak yakin dengan kemahakuasaan Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Thiyarah (menganggap sial karena melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu) adalah syirik. Thiyarah adalah syirik…” (H.r. Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan sahih, lihat Al Jadid, hlm. 259)
20. Amalan orang yang berbuat syirik atau mengagungkan thaghut akan berubah menjadi penyesalan abadi di akhirat kelak.
Allah ta’ala berfirman,
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُواْ مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الأَسْبَابُ وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّؤُواْ مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ
“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan ketika segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti; “Seandainya kami dapat kembali ke dunia, pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluardari api neraka.” (Q.s. Al Baqarah: 166-167)
21. Orang yang berbuat syirik sehingga mencintai sesembahan atau pujaannya sebagai sekutu dalam hal cinta ibadah maka dia TIDAK akan bisa merasakan manisnya iman.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ada tiga ciri, barang siapa yang memilikinya maka dia akan bisa merasakan manisnya iman: (1) Apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada segala sesuatu selain keduanya. (2) Apabila dia bisa mencintai seseorang hanya karena Allah saja. (3) Apabila dia merasa begitu benci untuk kembali dalam kekafiran setelah Allah selamatkan dirinya darinya sebagaimana orang yang tidak mau dilemparkan ke dalam kobaran api.” (H.r. Al Bukhari no. 16 dan Muslim no. 67)
22. Orang yang berbuat syirik maka tidak akan diberikan kecukupan oleh Allah.
Allah ta’ala berfirman,
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah (bertauhid dan tidak menyandarkan hatinya kepada selain Allah) maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan menyelesaikan urusannya, dan Allah telah menentukan takdir dan ketentuan waktu bagi segala sesuatu.” (Q.s. Ath Thalaq: 3)
23. Didoakan kecelakaan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Binasalah hamba dinar, hamba dirham, hamba Khamishah, hamba Khamilah. Jika dia diberi maka dia senang tapi kalau tidak diberi maka dia murka. Binasalah dan rugilah dia…” (H.r. Al Bukhari no. 2730)
Khamishah adalah kain dari bahan sutera atau wol yang bercorak, sedangkan Khamilah adalah kain beludru (lihatAl Jadid, hlm. 330 dan Fathul Majid, hlm. 365).
Syekh Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Qar’awi mengatakan, “Hadits itu menunjukkan bahwasanya barang siapa yang menjadikan (kesenangan) dunia sebagai tujuan akhir kehidupan serta puncak cita-citanya maka sesungguhnya dia telah menyembahnya dan mengangkatnya sebagai sekutu selain Allah.” (Al Jadid, hlm. 332).
24. Orang yang berbuat syirik pasti akan tertimpa bencana atau siksa yang sangat pedih dan menyakitkan. Allahta’ala berfirman,
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah merasa takut orang-orang yang menyelisihi urusan Rasul kalau-kalau mereka itu akan tertimpa fitnah (bala/bencana) atau siksa yang sangat pedih.” (Q.s. An Nur: 63)

Cara-cara untuk membentengi diri dari syirik

1. Mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah ‘azza wa jalla dengan senantiasa berupaya memurnikan tauhid.
2. Menuntut ilmu syar’i.
3. Mengenali dampak kesyirikan dan menyadari bahwasanya syirik itu akan menghantarkan pelakunya kekal di dalam Jahanam dan menghapuskan amal kebaikan.
4. Menyadari bahwasanya syirik akbar tidak akan diampuni oleh Allah.
5. Tidak berteman dengan orang-orang yang bodoh yang hanyut dalam berbagai bentuk kesyirikan.

Buku-Buku Tentang Tauhid dan Syirik

Hakikat tauhid dan syirik berdasarkan dalil-dalil Alquran maupun Al-Hadits beserta keterangan dari para ulama yang terpercaya, bisa dikaji melalui buku-buku atau kitab-kitab berikut ini:
1. Tsalatsatul Ushul (Tiga Landasan Utama) karya Syekh Muhammad bin Sulaiman At Tamimi rahimahullah
2. Qawa’idul Arba’ (Empat Kaidah Penting) karya Syekh Muhammad bin Sulaiman At Tamimi rahimahullah
3. Kitab Tauhid Alladzi Huwa Haqqullahi ‘Alal ‘Abiid karya Syekh Muhammad bin Sulaiman At Tamimi rahimahullah
4. Kasyfu Syubuhaat karya Syekh Muhammad bin Sulaiman At Tamimi rahimahullah
Kitab Tauhid 1, 2 dan 3 karya Syekh Shalih Al Fauzan dan para ulama lainnya
5. Dalaa’ilut Tauhid (50 tanya jawab akidah) karya Syekh Muhammad bin Sulaiman At Tamimi rahimahullah
6. Tanbihaat Muhtasharah Syarh Al Wajibaat (Penjelasan hal-hal yang harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah) karya Syekh Ibrahim bin Syekh Shalih Al Khuraishi
7. Syarah Tsalatsatul Ushul (Penjelasan Tiga Landasan Utama) karya Syekh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
8. Hasyiyah Tsalatsatul Ushul karya Syekh Abdurrahman bin Qasim Al Hanbali An Najdi rahimahullah
9. Taisirul Wushul ila Nailil Ma’muul karya Syekh Nu’man bin Abdul Karim Al Watr
10. Hushulul Ma’mul bi Syarhi Tsalatsatil Ushul karya Syekh Abdullah bin Shalih Al Fauzan
11. Thariqul Wushul ila Idhaahi Tsalatsatil Ushul karya Syekh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah
12. Syarah Kitab Tsalatsatul Ushul karya Syekh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syekh hafizhahullah
13. Syarah Qawa’idul Arba’ karya Syekh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syekh
14. Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid (Membongkar akar kesyirikan) karya Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah
15. Qaulus Sadid fi Maqashidi Tauhid (Penjabaran sistematik kitab tauhid) karya Syekh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah
16. Qaulul Mufid Syarah Kitab Tauhid karya Syekh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
17. Ibthalut Tandiid bi Ikhtishaari Syarhi Kitabit Tauhid karya Syekh Hamad bin ‘Atiq rahimahullah
18. Al Mulakhkhash fi Syarhi Kitabit Tauhid karya DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah
19. Al Jadid fi Syarhi Kitabit Tauhid (Cara mudah memahami tauhid) karya Syekh Muhammad bin Abdul ‘Aziz Al Qar’awi
20. At Tamhid li Syarhi Kitabit Tauhid karya Syekh Shalih bin Abul ‘Aziz Alusy Syekh hafizhahullah
21. Syarah Kasyfu Syubuhaat karya Syekh Shalih Al Fauzan
22. Syarah Kasfyu Syubuhaat karya Syekh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
23. Syarah Kasyfu Syubuhaat karya Syekh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syekh
24. At Taudhihaat Al Kasyifaat ‘ala Kasfi Syubuhaat karya Syekh Muhammad bin Abdullah bin Shalih Al Habdan
25. Ad Dalaa’il wal Isyaraat ‘ala Kasyfi Subuhaat karya Syekh Shalih bin Muhammad Al Asmari
26. Minhaaj Al Firqah An Najiyah karya Syekh Muhammad bin Jamil Zainu
27. Kitab ‘Aqidah Ath Thahawiyah karya Imam Abu Ja’far Ath Thahawi rahimahullah
28. Syarah ‘Aqidah Thahawiyah karya Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanafi rahimahullah
29. ‘Aqidah Thahawiyah Syarh wa Ta’liq karya Syekh Al Albani rahimahullah
30. Ta’liq ‘Aqidah Thahawiyah karya Syekh Shalih Al Fauzan

Memurnikan tauhid dari kotoran syirik

Syekh Abdurrahman bin Hasan mengatakan bahwa makna merealisasikan tauhid ialah memurnikannya dari kotoran-kotoran syirik, bid’ah dan maksiat (lihat Ibthaalu Tandiid hlm. 28) Sehingga untuk bisa merealisasikan tauhid seorang muslim harus:
1. Meninggalkan syirik dalam semua jenisnya: Syirik akbar, syirik ashghar, dan syirik khafi.
2. Meninggalkan seluruh bentuk bid’ah.
3. Meninggalkan seluruh bentuk maksiat. (At Tamhid, hlm. 33)
Tauhid benar-benar akan terrealisasi pada diri seseorang apabila di dalam dirinya terkumpul tiga perkara, yaitu:
1. Ilmu, karena tidak mungkin seseorang mewujudkan sesuatu yang tidak diketahuinya. Allah berfirman yang artinya, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang hak selain Allah.” (QS. Muhammad: 19)
2. Keyakinan (I’tiqad). Karena orang yang mengetahui tauhid tanpa meyakininya adalah orang yang sombong. Maka orang seperti ini tidak akan bisa merealisasikan tauhid. Hal itu sebagaimana keadaan orang musyrikin Quraisy yang paham makna tauhid tapi justru menolaknya, sebagaimana dikisahkan oleh Allah di dalam ayat-Nya yang artinya, “(Mereka berkata) apakah dia (Muhammad) akan menjadikan tuhan-tuhan yang banyak itu menjadi satu sesembahan saja. Sungguh, ini adalah perkara yang sangat mengherankan!” (QS. Shad: 5)
3. Ketundukan terhadap aturan (Inqiyad). Orang yang telah mengetahui hakikat tauhid dan meyakininya akan tetapi tidak mau tunduk terhadap konsekuensinya bukanlah orang yang merealisasikan tauhid.
Rujukan:
http://muslim.or.id/aqidah/awas-syirik-1.html
http://muslim.or.id/aqidah/awas-syirik-2.html
http://muslimah.or.id/aqidah/macam-macam-syirik.html
Qowaidul Arba’, Syekh Muhammad bin Sulaiman At Tamimi