Pages

Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 September 2013

Yohanes Surya: Riset Harus Digenjot

Wapres Boediono saat meninjau hasil riset Universitas Surya, Selasa (3/9/2013) | KOMPAS.COM/Sandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Rektor Universitas Surya Profesor Yohanes Surya menyakini Indonesia bisa menjadi negara yang berjaya di tahun 2030 atau super power di 2045 jika riset di berbagai bidang digenjot mulai saat ini. Meski demikian, yang terpenting adalah hasil riset tersebut ditindaklanjuti.

Hal itu dikatakan Surya dalam pidatonya saat Kuliah Perdana Universitas Surya di Jakarta, Selasa (3/9/2013). Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Boediono dan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

"Kami percaya dengan sumber daya alam yang berlimpah, bonus demografi di mana angkatan kerja kita besar dalam 10-30 tahun mendatang, SDM yang bagus, ekonomi yang terus membaik, kembalinya ilmuwan Indonesia ke tahan air, maka Indonesia yang mandiri, adil, makmur, sejahtera, sehat, aman bukan hal mustahil. Asalkan riset-riset di universitas dilaksanakan," kata Surya.

KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Rektor Surya University, Yohanes Surya ketika melakukan jumpa pers terkait launching universitas tersebut di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2013). Surya University merupakan sebuah universitas berbasis riset yang terletak di Summarecon Serpong.

Surya mengatakan, keinginannya mendirikan universitas muncul setelah melihat kenyataan bahwa Indonesia sangat miskin riset. Bayangkan, tahun 2010 paten Indonesia hanya 15 buah. Indonesia kalah bila dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 302 paten, Jepang 32.156 paten, dan Cina 314.000 paten.

Untuk itu, Surya mendirikan Universitas Surya yang berbasis riset. Mahasiswa dapat aktif melakukan riset sejak tahun kedua. Mereka boleh memilih riset di 68 research center yang ada di Universitas Surya. Seluruh research center dipimpin oleh lebih dari 200 doktor Indonesia yang berasal dari luar negeri.

"Mereka pulang kampung karena rasa nasionalisme ingin membangun Indonesia," kata Surya dihadapan seribuan mahasiswa Universitas Surya.

Surya menambahkan, penelitian di Universitas Surya akan difokuskan untuk membantu memberikan solusi bagi berbagai masalah bangsa seperti energi, kemiskinan, lingkungan, kewirausahaan, dan keterlibatan teknologi.

Ia memberi contoh riset yang dilakukan Center for Beverages dan Center for Technopreneurship. Kedua center itu bekerja sama dengan Pemerintah Papua untuk melatih masyarakat Papua berwirausaha. Produk pertamanya, yakni pengolahan buah merah yang berlimpah di Papua. Buah merah yang kaya vitamin A dan mengandung omega 3,6, dan 9 diolah menjadi minuman kesehatan, permen, sabun, dan sebagainya.

"Center lain ada yang fokus pada penanganan penyakit tropis, pengolahan limbah, pengolahan air bersih, pengembangan berbagai energi terbarukan. Bahkan, ada center yang fokus pada teknologi terdepan dalam bidang IT, bioteknologi, transportasi seperti mobil terbang," papar Surya.

Di akhir acara, Boediono menyempatkan diri melihat berbagai produk hasil riset yang dipamerkan. Ia tampak tertarik dengan berbagai olahan buah merah.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

View the original article here



Peliculas Online

Rabu, 03 April 2013

Fabregas: Jamu Madrid, Barca Harus Efektif

Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, merayakan golnya ke gawang Real Madrid, pada leg pertama semifinal Copa del Rey, di Santiago Bernabeu, Rabu (30/1/2013).

BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Barcelona, Cecs Fabregas, menilai Real Madrid punya kemampuan untuk menyingkirkan timnya dari Copa del Rey. Menurutnya, Barcelona harus tampil efektif untuk mengalahkan Los Galacticos pada leg kedua di Camp Nou, Selasa (26/2/2013).

Pada leg pertama semifinal di Santiago Bernabeu, Barcelona meraih hasil imbang 1-1. Barca lebih dulu mencetak gol melalui Fabregas pada menit ke-50, yang dibalas Madrid lewat Raphael Varane pada menit ke-81.

"Sangat penting untuk mencetak gol (di Santiago Bernabeu). Kami tidak dapat menjalani pertandingan dan hanya menunggu apa yang terjadi nanti. Pada El Clasico Copa del Rey musim lalu, kami mendapatkan hasil bagus di laga tandang, meskipun kami hampir tersingkir dari turnamen itu," ujar Fabregas.

"Pada leg kedua kami harus bermain seefektif mungkin, karena mereka juga sangat efektif. Kami harus akurat dalam memanfaatkan peluang jika kami ingin masuk final," tukasnya.


View the original article here

Senin, 25 Februari 2013

Fabregas: Jamu Madrid, Barca Harus Efektif

Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, merayakan golnya ke gawang Real Madrid, pada leg pertama semifinal Copa del Rey, di Santiago Bernabeu, Rabu (30/1/2013).

BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Barcelona, Cecs Fabregas, menilai Real Madrid punya kemampuan untuk menyingkirkan timnya dari Copa del Rey. Menurutnya, Barcelona harus tampil efektif untuk mengalahkan Los Galacticos pada leg kedua di Camp Nou, Selasa (26/2/2013).

Pada leg pertama semifinal di Santiago Bernabeu, Barcelona meraih hasil imbang 1-1. Barca lebih dulu mencetak gol melalui Fabregas pada menit ke-50, yang dibalas Madrid lewat Raphael Varane pada menit ke-81.

"Sangat penting untuk mencetak gol (di Santiago Bernabeu). Kami tidak dapat menjalani pertandingan dan hanya menunggu apa yang terjadi nanti. Pada El Clasico Copa del Rey musim lalu, kami mendapatkan hasil bagus di laga tandang, meskipun kami hampir tersingkir dari turnamen itu," ujar Fabregas.

"Pada leg kedua kami harus bermain seefektif mungkin, karena mereka juga sangat efektif. Kami harus akurat dalam memanfaatkan peluang jika kami ingin masuk final," tukasnya.


View the original article here

Minggu, 13 Januari 2013

Pedrosa Harus Jadi Juara Musim 2013

AFP/JAVIER SORIANO Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa.

TOKYO, KOMPAS.com - Petinggi Honda, Shuhei Nakamoto meminta Dani Pedrosa untuk berusaha keras menjadi juara di musim kompetisi 2013 ini, Minggu (13/1/2013) di Tokyo.

Berdasarkan penampilannya pada musim 2012, Pedrosa diyakini mampu meraih mahkota tertinggi yang belum pernah digenggamnya.            

Pada paruh kedua musim 2012, Pedrosa bangkit dan menjadi pebalap yang mampu menghalangi Lorenzo menjadi juara dunia, sampai dua seri jelang akhir musim.

Pedrosa mampu mengalahkan lawan-lawannya dalam kondisi apapun dan kehebatannya itu harus diulangi sepanjang musim ini untuk dapat menjadi juara.            

"Saya pikir, jika dia tidak dapat merebut gelar juara tahun ini, dia tidak akan pernah dapat merebutnya. Namun, jika dia mampu menjadi juara di tahun ini, dia bakal dapat menjadi juara lagi beberapa kali," kata Nakamoto.            

Nakamoto menilai, perubahan yang dilakukan Honda di pertengahan musim lalu telah mengubah Pedrosa.

Pedrosa menjadi pebalap yang lebih taktis, sabar, agresif, dan bahkan mampu menjadi juara di lintasan basah, seperti di Malaysia, yang sebelumnya menjadi kelemahannya.            

"Paruh pertama musim lalu, Pedrosa mengalami masa sulit dengan motornya karena kami masih berjuang untuk memperbaiki keseimbangan, mengikuti aturan baru. Namun, begitu kami memperkenalkan motor yang baru, penampilannya terus membaik," kata Nakamoto.


View the original article here